SCash, perusahaan teknologi berbasis di Singapura yang berfokus pada pengembangan ekosistem New Retail dan SuperApp, menjalin kemitraan kolaboratif dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) untuk mendukung revitalisasi usaha berbasis komoditas yang berkelanjutan, transparan, dan efisien di seluruh Indonesia, khususnya yang dikelola oleh koperasi dan pelaku usaha desa.
Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem komoditas nasional dengan menggabungkan kapabilitas teknologi dan pengembangan ekosistem milik SCash dengan peran KBI sebagai badan usaha milik negara yang bertanggung jawab atas kliring, penjaminan, penyelesaian transaksi, serta tata kelola dalam sistem perdagangan komoditas Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berupaya mendukung usaha kecil dan menengah, koperasi, serta wirausaha berbasis desa agar dapat berpartisipasi secara lebih aman dan efektif dalam pasar komoditas yang terstruktur, khususnya di sektor pertanian dan ekonomi berbasis komunitas.
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencakup hampir 99 persen dari seluruh unit usaha di Indonesia dan melibatkan jutaan pelaku usaha komoditas serta usaha desa yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur digital, sistem tata kelola, dan pasar terstruktur. Melalui kolaborasi ini, SCash memposisikan diri sebagai mitra ekosistem jangka panjang dengan menyediakan solusi teknologi yang bertujuan menghidupkan kembali dan memperkuat usaha komoditas agar dapat beroperasi secara lebih berkelanjutan, efisien, dan transparan.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam memperkuat perekonomian desa dan tata kelola komoditas. Dalam konteks tersebut, kemitraan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pelaku usaha desa seperti Maulidan Akbar, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Usaha Desa Indonesia (APUDSI), yang berperan dalam merepresentasikan pelaku ekonomi akar rumput dalam prioritas pembangunan nasional.
“Komitmen SCash tidak hanya sebatas membangun platform teknologi,” ujar Michael Lee Eng Yew, CEO SCash.
“Kami berfokus pada mendorong partisipasi ekonomi nyata melalui kerja sama erat dengan institusi nasional yang tepercaya seperti KBI serta mitra ekosistem lokal. Kolaborasi ini bertujuan menghidupkan kembali usaha berbasis komoditas, memperkuat tata kelola, dan memastikan pelaku usaha desa serta koperasi tidak tertinggal seiring perkembangan ekonomi Indonesia.”
Komitmen Nyata, Bukan Sekadar Transaksi
Peran SCash di Indonesia tidak terbatas pada pengembangan sistem digital dan transaksi semata. Perusahaan ini juga aktif mendukung program sosial dan ekonomi melalui kemitraan dengan organisasi lokal terkemuka guna memperkuat UMKM dan usaha berbasis komunitas.
Salah satu contohnya adalah kampanye #EmpowerWomenSentani di Papua, yang didukung oleh SCash bersama Campaign for Good dan Kopernik. Inisiatif ini menerapkan proses seleksi yang terstruktur dan transparan serta verifikasi berbasis komunitas (community vetting). Melalui pendekatan ini, para pelaku usaha perempuan yang terpilih memperoleh dukungan penguatan kapasitas dan pelatihan langsung di lapangan, sementara penerima hibah ditentukan berdasarkan kelayakan administratif serta validasi dari komunitas yang mereka layani. Pendekatan tersebut memastikan akuntabilitas lokal, relevansi program, dan dampak nyata bagi masyarakat.
Inisiatif-inisiatif tersebut mencerminkan pendekatan ekosistem SCash yang lebih luas, antara lain:
● Mendukung pelaku usaha komoditas, koperasi, dan usaha desa melalui sistem digital yang terstruktur
● Memperkuat tata kelola dan transparansi dalam usaha berbasis komunitas
● Bermitra dengan institusi milik negara dan organisasi lokal terpercaya untuk menerjemahkan inovasi ke dalam implementasi nyata
Membangun Ekosistem yang Berkelanjutan
Selain itu, kolaborasi ini juga melibatkan PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI) sebagai anak usaha KBI, bersama PT Karya Jasa Internasional, Asosiasi Pengusaha Usaha Desa Indonesia (APUDSI), dan PT Daya Teknologi Nusantara dalam pengembangan serta pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG). Melalui integrasi sistem dan dukungan para mitra strategis, ekosistem resi gudang diharapkan menjadi lebih mudah diakses dan efisien, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
“Kerja sama ini bukan hanya seremonial, melainkan komitmen jangka panjang untuk memperkuat usaha komoditas dan mendorong pelaku usaha desa agar berkembang secara berkelanjutan di ekonomi formal Indonesia," tutup Michael Lee



