TANGERANG, KOMPAS.com - Seorang wasit Liga 2 Indonesia, berinisial FR (31) diduga menjual istrinya, SHP (27) ke pria hidung belang sejak awal menikah tahun 2024.
SHP menikah dengan suaminya FR pada 6 Januari 2024 dan dicatatkan di KUA Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.
"Sejak awal pernikahan, rumah tangga mereka sudah tidak harmonis,” ujar kuasa hukum korban, Abdul Hamim Jauzie, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Seorang Wasit Liga 2 Indonesia Diduga Jual Istrinya ke Pria Hidung Belang
Adapun konflik pertama yang mereka alami, FR diduga menyembunyikan kondisi kesehatannya sebelum menikah.
Menurut keterangan SHP melalui kuasa hukumnya, FR telah mengetahui dirinya mengidap HIV positif, tetapi tidak pernah mengungkapkannya kepada korban.
“Status HIV positif ini baru terungkap setelah malam pertama dan dipertegas melalui pemeriksaan ulang di RS Kabupaten Tangerang pada 7 Januari 2024,” kata Hamim.
Konflik rumah tangga semakin buruk ketika FR diduga kerap memaksa korban melakukan hubungan seksual menyimpang.
Pasalnya, FR disebut berulang kali mengajak korban melakukan hubungan badan dengan melibatkan pihak ketiga atau threesome.
“Ajakan itu selalu ditolak korban. Namun penolakan tersebut dibalas dengan ancaman, tekanan psikis, bahkan kekerasan fisik,” kata dia.
Baca juga: Pandji Pragiwaksono: Saya Tak Menghina Siapa Pun dalam Mens Rea
Ia menjelaskan, korban sempat dipukul hingga memar dan mengalami perusakan barang pribadi, termasuk telepon genggam.
Selain itu, FR juga diduga melarang korban bekerja sebagai desk collection dan justru menyuruh bekerja sebagai pemijat plus-plus.
“Klien kami menolak. Itu penting kami tegaskan,” ucap Hamim.
Puncak peristiwa terjadi pada 25 September 2025. Hamim menyebut, FR diduga menjebak korban dengan cara “menjual” korban melalui aplikasi MiChat hingga mendatangkan seorang pria ke rumah mereka.
“Klien kami dipaksa berpakaian minim, ditarik untuk menjemput laki-laki tersebut, lalu dipaksa melakukan hubungan badan di bawah ancaman,” jelas dia.
Baca juga: Pandji Pragiwaksono Buka Suara soal Laporan Mens Rea: Kalau Enggak Suka, Ya Sudah