Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan tokoh-tokoh muslim Indonesia di Istana Kepresidenan merupakan sebuah agenda rutin.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan berdiskusi dan mendapatkan masukan tentang berbagai isu baik dalam negeri maupun luar negeri.
“Ini adalah pertemuan yang sebenarnya rutin ya, beberapa waktu yang lalu juga pernah dilakukan oleh Bapak Presiden. Nah, hari ini Beliau berkesempatan untuk kembali berdiskusi dengan para tokoh Islam untuk meng-update perkembangan-perkembangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” terang Prasetyo Hadi saat ditemui awak media di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dalam pertemuan yang diadakan di Jakarta tersebut, sekitar 40-50 tokoh dan perwakilan ormas Islam hadir, termasuk nama-nama prominent seperti Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Cholil Nafis.
Peserta diharapkan dapat memberikan pandangan terkait situasi terkini dan isu-isu yang sedang berkembang, termasuk masalah ekonomi dan sosial masyarakat. Isu-isu terkini yang menjadi sorotan dalam forum ini termasuk permasalahan inflasi dan kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan.
Diskusi Harga dan Kebutuhan Menjelang RamadhanMenjelang bulan suci Ramadhan, pemerintah perlu mengantisipasi pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk mendiskusikan ketersediaan bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam menghadapi kebutuhan Ramadhan dan Lebaran. Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa ada kemungkinan dibahas solusi terkait tingginya harga-harga menjelang bulan puasa dan cara untuk mengendalikan inflasi.
Rapat Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) juga menjadi salah satu topik yang akan diulas, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ada kemungkinan. Kemarin juga kami menghadiri rapat Tim Pengendalian Inflasi Pusat, yang salah satu pokok bahasannya adalah dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan, dan persiapan lebaran. Maka, ada beberapa hal yang memang sejak awal sudah coba kita antisipasi, terutama misalnya mengenai ketersediaan bahan-bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Prasetyo Hadi.
Baca Juga:Pertemuan Prabowo Dengan Ormas Islam: 40 hingga 50 Perwakilan Hadir Bahas Isu Dewan Perdamaian
Salah satu fokus utama dalam pertemuan adalah keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza. Prasetyo Hadi menyatakan pentingnya menjelaskan kepada para tokoh Islam mengenai alasan di balik keputusan pemerintah untuk bergabung dalam dewan tersebut. Indonesia, yang satu-satunya negara ASEAN yang terlibat, berkomitmen untuk turut serta dalam upaya perdamaian di wilayah konflik.
Dalam konteks ini, relevansi keanggotaan Indonesia di BoP tidak hanya dilihat dari sisi politik, namun juga dari perspektif kemanusiaan. Para tokoh Islam diharapkan dapat memberikan pandangan dan masukan mengenai dukungan dan kontribusi Indonesia dalam upaya mencapai perdamaian yang nyata di Gaza.
“Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari yang memungkinkan untuk Bapak Presiden nanti bisa jadi akan menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak,” terang Pras.
Baca Juga:Dilantik Presiden Prabowo, Berikut Daftar Lengkap Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Periode 2026-2030



