Ramadan Segera Tiba, Ini 5 Tradisi Unik Ramadan dari Berbagai Belahan Dunia

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Ramadan sebentar lagi akan tiba. Bulan suci yang dinanti umat Muslim di seluruh dunia ini selalu hadir dengan suasana penuh kekhusyukan, kebersamaan, serta tradisi khas yang diwariskan secara turun-temurun.

Menariknya, setiap negara memiliki cara unik dalam menyambut Ramadan. Berikut 5 tradisi Ramadan dari berbagai negara yang hingga kini masih dijaga dan menjadi bagian penting dalam perayaan bulan suci.

1. Tabuhan Gendang di Turki

Di Turki, tradisi membangunkan orang untuk sahur dilakukan dengan cara yang unik, yaitu melalui tabuhan gendang. Para penabuh gendang berkeliling kota saat dini hari untuk membangunkan warga.

Para penabuh ini mengenakan pakaian tradisional era Ottoman sambil memainkan gendang di sepanjang jalan. Tradisi yang telah ada sejak masa Kekaisaran Ottoman ini juga sering dikaitkan dengan istilah “Kanon Ramadan” sebagai penanda waktu ibadah.

2. Seheriwalas di India

India juga memiliki tradisi membangunkan sahur yang dikenal dengan sebutan Seheriwalas atau Zohridaars. Tradisi ini banyak ditemukan di kota-kota besar seperti New Delhi.

Pada dini hari, umat Muslim berjalan menyusuri lingkungan sekitar sambil melantunkan nama Allah dan Nabi. Mereka juga mengetuk pintu rumah warga untuk mengingatkan waktu sahur.

3. Haq Al Laila di Uni Emirat Arab

Di Uni Emirat Arab, masyarakat merayakan tradisi Haq Al Laila yang dimulai pada tanggal 15 Sya’ban. Tradisi ini menjadi momen yang sangat dinantikan, terutama oleh anak-anak.

Anak-anak mengenakan pakaian terbaik dan berkeliling ke rumah tetangga sambil menyanyikan lagu serta puisi. Para tetangga kemudian membagikan permen dan kacang-kacangan sebagai simbol kebersamaan dan persiapan menyambut Ramadan.

 

4. Fanous di Mesir

Ramadan di Mesir terasa sangat meriah dengan hadirnya fanous, yaitu lentera kaca dan logam berwarna cerah. Lentera ini menghiasi rumah, jalanan, hingga ruang publik.

Tradisi fanous diyakini berasal dari masa Kekhalifahan Fatimiyah dan terus bertahan hingga kini. Fanous bahkan telah menjadi simbol Ramadan yang dikenal luas di berbagai negara Timur Tengah.

5. Chaand Raat di Pakistan

Chaand Raat atau Malam Bulan adalah tradisi yang dirayakan di Pakistan pada hari terakhir Ramadan sebagai penanda datangnya Idul Fitri. Tradisi ini dimulai setelah hilal terlihat di langit.

Pada malam tersebut, para perempuan berbondong-bondong ke pasar untuk membeli perhiasan dan menghias tangan serta kaki dengan henna. Chaand Raat juga dirayakan di India dan Bangladesh dengan jalanan yang dipenuhi dekorasi meriah dan toko-toko yang buka hingga larut malam. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Iis Dahlia Prihatin Denada Digugat Anak Kandung, Tetapi Tidak Mau Ikut Campur
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Perkuat Investasi Darah, BRI hingga Kementerian UMKM Jalin Kolaborasi
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 4 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Antam Selasa Pagi Turun Rp183.000 Menjadi Rp2.844.000 per Gram
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BI Gabung Proyek Nexus, BI-Fast Bakal Bisa Digunakan Transfer ke Luar Negeri
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.