Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto memberikan informasi perkembangan mengenai progres kesiapan Sekolah unggulan Garuda. Kata dia, sekarang Kemendiktisaintek sudah mulai merekrut para guru.
Brian menjelaskan bahwa sudah ada empat gedung Sekolah Garuda dari target 20 sekolah, yaitu di Bangka Belitung Timur, NTT, Konawe, dan Kaltara. Tahun ajaran Sekolah Garuda akan dimulai pada pertengahan tahun 2026.
“Nah sekarang kan sedang kita rekrutmen guru. Jadi rekrutmennya kita ada rekrutmen guru, kemudian guru-guru itu tentu kita harapkan yang lebih yang punya prestasi yang baik. Kita juga akan ada tunjangan lebih ya karena itu kan nanti ditaruh di daerah-daerah yang masih belum ramai gitu, jadi mereka pasti berkorban lebih,” ucap Brian di DPR, Selasa (3/2).
Brian menjelaskan Sekolah Garuda ini diprioritaskan untuk dibangun di daerah-daerah yang masih tertinggal secara pendidikan. Para siswa nantinya akan hidup di asrama dan akan disiapkan untuk bersaing di kampus top dunia.
“Kita juga akan membuat agar para siswanya ini diberikan pendidikan yang berstandar internasional, tentu juga memenuhi standar nasional, tapi mereka lebih siap untuk masuk ke kampus-kampus top di dunia,” ucap Brian.
“Jadi nanti kita harapkan dengan metode seperti ini, putra-putri daerah yang bertalenta baik, itu memiliki sarana fasilitas untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik dan pada akhirnya mereka bisa menjadi SDM-SDM unggul Indonesia yang lebih merata di seluruh daerah di Indonesia begitu,” tambahnya.
Dengan tujuan itu, Brian pun berharap agar guru-guru yang berkualitas tinggi, termasuk bisa menggunakan bahasa Inggris.
“Nanti kita akan lihat ya, harapannya sih nanti dia akan berbahasa Inggris. Tapi kan ini baru pertama, kita akan lihat seperti apa ketersediaan SDM-nya begitu ya, dan kami sih yakin beberapa, setelah kami cek juga tidak sedikit guru-guru mapel itu yang memiliki bahasa Inggris yang baik begitu ya,” ucap Brian.
Selain dengan guru berkualitas, Brian mengatakan Sekolah Garuda nantinya akan didampingi oleh kampus terdekat.
“Sehingga nanti upgrading guru itu juga akan bisa dilakukan oleh kampus-kampus tersebut begitu, dan juga nanti lulusannya ya kita akan buat bertahap, barangkali tidak harus langsung Sekolah Garuda itu nanti langsung ke luar negeri, memang ada yang kalau memang sudah layak sudah siap, tidak apa-apa langsung ke luar negeri,” jelas Brian.
“Tetapi juga ada yang misalnya masih apa belum memenuhi kualifikasi tetapi sudah baik, kita akan salurkan modelnya double degree juga, jadi misalnya ada yang ke UI nanti dengan ke kampus di Australia, Melbourne, misal dengan ITB nanti dua tahun di ITB dua tahun di MIT gitu,” tambahnya.
Brian mengatakan Kemendiktisaintek menyiapkan berbagai skenario agar hasilnya sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi kita akan buat beberapa skenario-skenario, yang memungkinkan, seperti harapan Bapak Presiden adalah talenta-talenta yang terbaik dari daerah-daerah itu dapat difasilitasi untuk tumbuh berkembang menjadi SDM-SDM unggul Indonesia di bidang STEM begitu,” tandasnya.



