Pramono Akan Bangun Flyover di Daan Mogot, Solusi Jangka Menengah Atasi Banjir

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan pembangunan jalan layang (flyover) di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, sebagai solusi jangka menengah untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Dan juga pagi ini, semua orang mengeluh tentang banjir di Daan Mogot kilometer 13. Masalahnya adalah tentang pemompaan. Ketika saya memeriksa pagi ini, saya mengambil keputusan. Oke, kita siapkan flyover untuk menyelesaikan masalah ini dalam jangka menengah,” kata Pramono saat menghadiri Launching of Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (3/2),

Pramono menjelaskan, untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI tetap mengandalkan optimalisasi sistem pemompaan guna mengurangi genangan di kawasan tersebut.

“Namun untuk jangka pendek harus menggunakan pemompaan untuk menyelesaikan masalah banjir di kilometer 13 Daan Mogot,” ujarnya.

Ia mengatakan, keputusan menyiapkan flyover diambil setelah dirinya meninjau langsung kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui kawasan tersebut juga masuk dalam rencana pembangunan jalan tol, namun memiliki kebutuhan khusus yang berbeda.

“Jadi kebetulan tadi begitu saya melihat lapangan saya langsung berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga, dan ternyata memang di sana juga direncanakan akan ada jalan tol,” kata Pramono.

Meski demikian, ia menegaskan pembangunan flyover Pesing-Daan Mogot bukan bagian dari proyek jalan tol yang dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, melainkan dipersiapkan langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Tetapi memang ada kebutuhan khusus dari flyover Pesing sampai dengan Daan Mogot itu secara khusus bukan jalan tol yang dibangun oleh Kementerian PUPR, tetapi yang dipersiapkan sendiri oleh Pemerintah Jakarta,” ujarnya.

Pramono menilai, pembangunan flyover menjadi penting karena kondisi permukaan Sungai Mookervart saat ini telah berada di atas badan jalan. Kondisi tersebut membuat kawasan Daan Mogot rawan tergenang, bahkan saat hujan tidak terlalu deras.

“Sebab kalau tidak, itu pasti akan banjir terus karena permukaan sungai Mookervart itu sudah di atas jalan,” kata Pramono.

Ia menambahkan, genangan air dapat terjadi meskipun hujan dengan intensitas sedang.

“Sehingga dengan demikian hari ini saja enggak hujan, paling hujan sampai dengan 100 mili sudah, ke jalan,” ujarnya.

Dengan pembangunan flyover tersebut, Pramono berharap persoalan banjir di Daan Mogot dapat ditangani secara lebih permanen dalam jangka menengah.

“Sehingga dengan demikian kami untuk menyelesaikan persoalan jangka menengah kami akan selesaikan gitu,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pimpinan Ormas Islam Antusias Bahas Kampung Haji Indonesia di Saudi Bersama Prabowo Presiden
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wakil Panglima TNI Beri Arahan Pangdam hingga Dandim soal Program Pemerintah di Markas Kopassus
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Pemerintah Bangun 104 Sekolah Rakyat Tahap II, Ini Sebaran dan Fasilitasnya
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Terungkap Alasan Pandji Pragiwaksono Kerap Bahas Politik di Acara Stand Up Comedy
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenhub Tegaskan Komitmen Keselamatan Pelayaran Nasional di HUT KPLP ke-53 dan PPLP ke-38
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.