GIS Tekankan Prinsip Ekonomi Keberlanjutan dalam 4 Aspek Utama

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Standar keberlanjutan global pelan tapi pasti mengubah peta persaingan industri teknologi. Di tengah tekanan pelanggan internasional yang makin ketat terhadap praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola, perusahaan teknologi tak lagi dinilai hanya dari kecanggihan solusi, melainkan dari cara mereka tumbuh dan bertanggung jawab.
 
Baca juga: Gelombang Baru Ekonomi Biru Indonesia jadi Peluang Emas untuk Investasi Berbasis ESG

Di titik inilah Global Infotech Solution (GIS) memosisikan diri. Perusahaan sistem integrator ini mencatatkan peningkatan reputasi keberlanjutan setelah berhasil naik peringkat dalam penilaian EcoVadis dari badge Committed pada 2025 menjadi Bronze Medal. Lonjakan ini menempatkan GIS dalam kelompok 35 persen teratas dari lebih dari seribu perusahaan global yang dievaluasi lembaga independen tersebut.
 
EcoVadis menilai keberlanjutan perusahaan melalui empat dimensi utama yakni pengelolaan lingkungan, praktik ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, etika bisnis, serta pengadaan berkelanjutan. Peningkatan skor GIS menunjukkan bahwa pendekatan ESG tidak berhenti di level kebijakan, tetapi mulai terintegrasi ke dalam proses operasional dan pengambilan keputusan bisnis.
 
Managing Director Global Infotech Solution, Amon Fernandes, menilai ESG kini telah bergeser menjadi license to operate bagi pelaku industri teknologi. 

“Kepercayaan pelanggan global hari ini sangat ditentukan oleh konsistensi perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan. EcoVadis membantu kami mengukur sejauh mana pertumbuhan bisnis tetap sejalan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ujarnya.
 
Fondasi capaian tersebut dibangun sejak 2025, ketika GIS mulai merapikan kerangka ESG internal melalui berbagai kebijakan dan standar internasional. Perusahaan ini mengantongi sertifikasi ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan dan ISO 45001 untuk keselamatan serta kesehatan kerja, sekaligus memperoleh pengakuan eksternal lewat Top CSR Award 2025.
 
Namun, transformasi keberlanjutan GIS tidak berhenti pada sertifikasi. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, perusahaan ini menjalankan serangkaian inisiatif lintas fungsi, mulai dari penggunaan kendaraan listrik di level manajemen, penguatan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI), hingga program pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove.
 
Di sisi operasional, GIS juga mengembangkan program daur ulang limbah melalui GIS Recycling serta memperluas dampak sosial lewat GIS Scholarship untuk mendukung pendidikan teknologi informatika.
 
Upaya efisiensi energi, digitalisasi proses internal guna menekan konsumsi kertas, peningkatan standar keselamatan kerja, hingga pelibatan pemasok yang menerapkan prinsip pengadaan berkelanjutan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Pendekatan ini mencerminkan pergeseran peran GIS dari sekadar penyedia solusi teknologi menjadi mitra transformasi yang sadar dampak.
 
Di tengah industri teknologi Indonesia yang semakin terkoneksi dengan rantai pasok global, konsistensi dalam mempertahankan penilaian EcoVadis menjadi sinyal penting bagi pasar. Bagi GIS, keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan, melainkan strategi untuk menjaga relevansi dan daya saing di era ketika transparansi dan tanggung jawab menjadi mata uang baru dalam bisnis teknologi. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nantikan Aksi Persib Bandung di 16 Besar AFC Champions League 2 2025/2026
• 18 jam lalubola.com
thumb
Layanan Merek Indonesia: Durasi Tersingkat dengan Biaya Paling Terjangkau
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Jadwal TKA SD dan SMP 2026 Berubah! Catat Tanggal Penting dan Strategi Agar Nilai Tinggi
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Gantikan Powell, Kevin Warsh Akan Hadapi Tugas Berat sebagai Ketua The Fed 
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapolri Berduka atas Wafatnya Meri Hoegeng, Polri Kehilangan Teladan Moral
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.