Indonesia Tetap Dipandang sebagai Pasar Paling Menarik di Asia Tenggara

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Sejumlah ekonom dan pemangku kepentingan internasional menilai Indonesia memerlukan model pertumbuhan ekonomi baru yang lebih adaptif terhadap tantangan global saat ini. Hal ini dengan menempatkan produktivitas, inovasi, dan kualitas institusi sebagai penggerak utama.

Pandangan tersebut mengemuka dalam sesi A Growth Model That Works for Today’s Economy pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026, yang menghadirkan anggota Dewan Ekonomi Nasional Arief Anshory Yusuf, mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, ekonom Bank Dunia David Knight, serta perwakilan dunia usaha dan akademisi regional.

Arief Anshory Yusuf menegaskan pertumbuhan ekonomi di atas lima persen bukan sekadar ambisi, melainkan kebutuhan strategis agar Indonesia dapat mencapai status negara berpendapatan tinggi. "Pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan tidak bisa hanya bergantung pada akumulasi modal, tetapi harus bertumpu pada produktivitas dan inovasi," ujar Arief.

Di sisi lain, Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia tidak perlu meniru satu model negara tertentu, melainkan mengadopsi pendekatan hibrida yang mengombinasikan penguatan institusi, pendalaman sektor manufaktur, dan pemanfaatan teknologi. "Negara yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah selalu konsisten dalam kebijakan jangka panjang," kata dia.



Ilustrasi. Foto: Freepik

 

Baca Juga :

IES 2026: Jakarta Bidik Top 50 Kota Global Lewat Infrastruktur dan Investasi
  Indonesia masih jadi pasar paling menarik di Asia Tenggara
Sementara itu, David Knight dari Bank Dunia menyoroti, meskipun kinerja pertumbuhan Indonesia selama 25 tahun terakhir relatif kuat, kualitas lingkungan usaha masih menjadi tantangan utama. Ia menilai perbaikan iklim bisnis menjadi kunci untuk membuka mesin pertumbuhan baru di luar pasar domestik.

Sedangkan dari perspektif investor, Marc Mealy dari US-ASEAN Business Council menyebut Indonesia tetap dipandang sebagai pasar paling menarik di Asia Tenggara, meskipun masih kalah cepat dalam implementasi reformasi dibandingkan Vietnam. "Kepastian dan konsistensi regulasi, terutama terkait tingkat komponen dalam negeri, akan sangat meningkatkan kepercayaan investor," tambah Marc Mealy.

Ketua East Asian Institute, National University of Singapore, Teh Kok Peng, menekankan pentingnya peran ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah ketidakpastian global. Ia menilai kerja sama regional, termasuk pengembangan ASEAN Power Grid, semakin mendesak seiring transisi energi dan meningkatnya kebutuhan akan pertumbuhan hijau.

Diskusi yang dimoderatori oleh Profesor Ekonomi dan Direktur East Asian Bureau of Economic Research, Crawford School of Public Policy, The Australian National University, Shiro Armstrong, menyimpulkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan memerlukan kombinasi peran negara dan pasar, institusi yang kuat, serta kolaborasi regional yang erat. (Keysa Qanita)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Medco Energi Tekan Emisi lewat Penerapan Nitrogen Gas Blanketing
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prabowo Soroti Sampah Depan Kepala Daerah: Pariwisata Tak Akan Tumbuh jika Kota-Desa Jorok
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Indra Sjafri sebut lima langkah untuk bangun sepak bola nasional
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Kronologi Kebakaran Rita Pasaraya di Cilacap: Api dari Plafon Lantai 1
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika uang pulang kampung
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.