Abu Dhabi, VIVA – Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo menghadiri forum Majelis Persaudaraan Manusia di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa 3 Februari sore waktu setempat.
Turut mendampingi Megawati Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri Ahmad Basarah dan Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi.
Sejumlah tokoh dari berbagai negara juga hadir di majelis ini dalam rangkaian Zayed Award. Megawati duduk bersebelahan dengan Presiden Timor Leste Ramos Horta. Keduanya tampak berbincang hangat. Sementara di sisi kanannya, Kailash Satyarthi, seorang aktivis HAM dari India.
- Istimewa
Sekretaris Jenderal Zayed Award Mohamed Abdelsalam menyalami dan berbincang hangat dengan tokoh VIP yang hadir termasuk rombongan Megawati seperti Prananda Prabowo, Basarah dan Zuhairi.
Terlihat juga perwakilan NU dan Muhammadiyan Ulil Abshar Abdala dan Hilman Latief mewakili kedua lembaga yang menjadi pemenang Zayed Award 2024 yang saat itu Megawati menjadi salah satu juri.
Majlis Persaudaraan Manusia merupakan salah satu pertemuan paling penting dalam kalender tahunan Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia (Zayed Award for Human Fraternity) yang menampilkan wawasan dari para pemimpin dan pakar global tentang tantangan global yang mendesak, kemajuan persaudaraan antar manusia di seluruh dunia, dan menciptakan jalan menuju perdamaian.
Di forum ini, Megawati berbicara bersama sejumlah pemimpin perempuan dunia, seperti Ibu Negara Libanon, Nehmat Aoun, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia, Kepala Administrasi Presiden Republik Uzbekistan, Saida Mirziyoyeva dan Wakil Presiden Heydar Aliyev Foundation, Leyla Aliyeva dengan moderator Mina Al-Oraibi.
Sebelum pemateri berbicara, Menteri Negara UEA yang juga penasihat untuk Sheikha Fatima bint Mubarak, Ibu Suri UEA memberikan sambutan dan menjelaskan sejarah Zayed Award yang dibentuk oleh pendiri bangsa UEA Zayed Al Nahyan dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus.
Sekretaris Jenderal Zayed Award Mohamed Abdelsalam membacakan pesan Sheikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb ulama Islam terkemuka asal Mesir yang saat ini menjabat sebagai Grand Imam (Imam Besar) Al-Azhar, lalu Cardinal George Jacob Koovakad menyampaikan pedan dari Paus Leo, pemimpin Gereja Katolik saat ini.





