Terungkap! UEA Mau Kuasai Gaza, Disebut Dapat Dukungan Israel

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Bendera Israel - UEA. (Ilustrasi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar untuk mengambil alih pengelolaan seluruh urusan sipil di Jalur Gaza, dalam skema transisi menuju fase kedua perjanjian gencatan senjata perang. Rencana tersebut disebut mendapat dukungan dari Israel dan melibatkan koordinasi dengan Amerika Serikat.

Laporan ini pertama kali diungkap media Israel, Channel 12, yang dikutip Middle East Monitor, Selasa (3/2/2026).

Dalam pemberitaannya, Channel 12 menyebut bahwa dalam beberapa pekan terakhir UEA telah menggelar serangkaian pembicaraan dengan pemerintah AS dan Israel terkait kemungkinan Abu Dhabi memegang kendali penuh atas administrasi sipil di wilayah Gaza.


Baca: Prabowo Bahas Palestina dengan 40 Tokoh Agama, Ini Hasilnya

UEA disebut berambisi mengawasi seluruh urusan sipil di Gaza sekaligus menyiapkan investasi dalam jumlah besar. "Beberapa miliar dolar akan ditransfer segera, dengan investasi lanjutan yang akan menyusul pada tahap berikutnya," demikian disebutkan dalam laporan tersebut.

Menurut media itu, saat ini kedua negara tengah menyusun draf kesepakatan, meskipun rinciannya masih membutuhkan persetujuan final dari pihak Israel. Kendati demikian, draf awal perjanjian disebut sudah saling dipertukarkan, dan Israel dilaporkan mendukung penuh inisiatif tersebut.

Dalam rencana tersebut, UEA juga disebut akan mengelola seluruh pasar dan aktivitas perdagangan di Gaza. Untuk mendukung operasional di lapangan, pasukan keamanan bersenjata akan dikerahkan guna melindungi pusat-pusat logistik yang direncanakan dibangun di berbagai titik wilayah.

Baca: Skandal Dokumen Rahasia Terungkap ke Publik, Presiden AS Mundur

Selain pasukan keamanan UEA, Channel 12 melaporkan bahwa perusahaan keamanan swasta asal Amerika Serikat juga akan ikut beroperasi di Gaza untuk mendukung pengamanan dan distribusi.

UEA bahkan disebut berencana membeli seluruh barang yang masuk ke Gaza dari Israel serta menggunakan kontraktor Israel dalam prosesnya. Pusat-pusat distribusi yang selama ini ada akan ditingkatkan fungsinya menjadi hub logistik, yang kemudian menjadi titik pengiriman barang ke sektor swasta di dalam Jalur Gaza.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pembukaan Rafah Masih Bersyarat, Israel Kejar Jenazah Sandera

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kim Kardashian Diisukan Dekat dengan Lewis Hamilton, Tertangkap Kamera Bersama di Paris
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Antam Anjlok Rp 183.000 Jadi Rp 2.844.000 per Gram
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
AFC Futsal 2026: Indonesia Unggul Dua Gol atas Vietnam di Babak 1
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Passing Grade CPNS 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Nilai Ambang Batas SKD
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Iwan Fals RAN hingga Rossa Satukan Energi Surabaya di Ultraverse Festival 2026 Persembahan Layanan XL Ultra 5G
• 12 jam laluparagram.id
Berhasil disimpan.