Menko Cak Imin soal Bocah SD di NTT Bunuh Diri: Ini Harus Jadi Cambuk!

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu. Insiden tersebut pun menyita perhatian publik.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai insiden yang menimpa siswa tersebut harus menjadi cambuk bagi pemerintah.

Baca Juga :
Ada Kebijakan Baru untuk Mobil China
Menyayat Hati, Isi Surat Bocah SD yang Gantung Diri di Ngada NTT: Selamat Tinggal Mama

"Ya ini harus menjadi cambuk ya, kewaspadaan kita, kehati-hatian kita, semua membuka diri untuk mudah dimintain tolong oleh siapapun. Pemerintah juga waspada, masyarakat satu dengan lain harus gotong royong," kata Cak Imin kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 3 Februari 2026.

Cak Imin melanjutkan, pemerintah harus mencari akar masalah dari insiden tersebut. Dia menyoroti masalah frustasi sosial yang menyelimuti masyarakat.

"Harus kita cari akar masalah akar masalah frustasi sosial itu sudah sejauh mana," ungkap dia.

"Tapi yang penting keterbukaan, gotong royong, apa namanya? menjadi cambuk lah kita untuk terus waspada," sambung Cak Imin.

Dilansir dari ANTARA, bocah SD tersebut mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

“Surat buat Mama *

Mama saya pergi dulu

Mama relakan saya pergi

Jangan menangis ya Mama

Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya

Selamat tinggal Mama”.

Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Baca Juga :
Pemerintah Bakal Renovasi Pesantren dan Madrasah yang Terdampak Longsor di Cisarua
Pemerintah Bakal Tambah 111 Unit Rumah Huntara di Tamiang Hulu
PDIP Minta Anggaran MBG Dievaluasi, Dialihkan untuk Darurat Bencana

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapolri dan Wakapolri Melayat ke Rumah Duka Eyang Meriyati Hoegeng
• 8 jam laludetik.com
thumb
Kebun Rusak Pascabanjir, Warga Aceh Tenggara Mendulang Emas di Sungai untuk Bertahan Hidup
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Kapal Pengangkut Ikan Meledak di Pelabuhan Paotere Makassar, 9 Orang Luka-Luka | SAPA MALAM
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
USU Sediakan 2.750 Kursi Jalur SNBP 2026, Ini Jurusan Terbanyak
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
GWM Resmi Stop Produksi Ora Good Cat Padahal Sempat Jadi Mobil Listrik Terlaris di Tahun 2022
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.