JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggencarkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
Modifikasi cuaca dijalankan untuk menekan risiko hujan berintensitas tinggi yang berpotensi memicu genangan hingga banjir di Ibu Kota dan wilayah-wilayah sekitarnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menegaskan OMC menjadi bagian dari strategi mitigasi yang terus dilakukan pemerintah daerah untuk merespons dinamika cuaca yang semakin tidak menentu.
“Operasi modifikasi cuaca ini merupakan bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem,” katanya di Jakarta, Selasa (3/2/2026), dikutip dari Antara.
Baca Juga: Mobil Terbakar Usai Kecelakaan di Tol Jagorawi, ini Momen Penumpang Berusaha Selamatkan Diri
Pada Selasa, OMC dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212-200 milik TNI Angkatan Udara.
Operasi ini merupakan hasil kolaborasi BPBD DKI Jakarta dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI AU, serta kementerian dan lembaga terkait, sebagai upaya terpadu mengelola potensi hujan sebelum memasuki wilayah padat penduduk.
Sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan penyemaian awan di wilayah Kabupaten Bogor. Target awan meliputi Stratocumulus, Stratus, dan Cumulus humilis pada ketinggian sekitar 7.000 hingga 8.000 kaki.
“Pada sorti ini digunakan bahan semai Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram,” ujar Isnawa.
Memasuki siang hari, sorti kedua diarahkan ke wilayah Selat Sunda pada ketinggian 9.100 hingga 9.400 kaki.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- operasi modifikasi cuaca
- bpbd dki jakarta
- cuaca ekstrem
- mitigasi banjir
- modifikasi cuaca jakarta
- modifikasi cuaca




