Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan tokoh Muslim Indonesia di Istana Kepresidenan untuk membahas posisi Indonesia dalam keanggotaan Board of Peace (BoP). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman bersama mengenai langkah strategis Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi internasional tersebut.
"Saya kira 100 persen para pemuka agama sangat memahami yang Beliau (Presiden) lakukan," kata Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca Juga :
Jakarta Siap Dukung Gerakan 'Gentengisasi' Arahan PrabowoMuhadjir menjelaskan bahwa dalam sesi dialog tersebut, para tokoh memberikan aspirasi, masukan, hingga kritik konstruktif. Meski sempat muncul pertanyaan, ia menegaskan tidak ada perdebatan alot karena penjelasan Presiden dinilai sangat komprehensif. Presiden Prabowo menekankan bahwa keanggotaan ini tetap berpijak pada amanat Pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
"Enggak ada, enggak ada (perdebatan). Memang ada yang mempertanyakan, dan justru dengan pertanyaan itu Beliau bisa menjelaskan semakin clear ya," lanjut Muhadjir.
Senada dengan Muhadjir, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M. Anwar Iskandar menyatakan dukungannya terhadap komitmen Presiden. MUI melihat langkah ini sebagai upaya nyata untuk membawa kemaslahatan bagi umat manusia, khususnya rakyat Palestina yang tengah berjuang.
Presiden Prabowo Subianto menandatanganani piagam Board of Peace. Foto: BPMI Setpres.
"Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja, karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan. Yang kita dengar tadi adalah komitmen untuk kemaslahatan itu. Nah, sepanjang komitmen untuk kemaslahatan, kenapa tidak? Kan ada janji (dari Presiden) kalau memang tidak bermaslahat akan keluar," tegas Anwar.
Kesepakatan ini memperkuat posisi tawar diplomasi Indonesia di kancah global. Dukungan dari berbagai elemen umat Islam diharapkan menjadi modal sosial bagi pemerintah untuk terus membawa aspirasi bangsa Indonesia dalam mewujudkan perdamaian abadi di tanah Gaza dan wilayah konflik lainnya.



