JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia (UI), Suzie Sudarman dan Anggota Komisi I Fraksi PKB, Syamsu Rizal mengungkapkan pandangannya mengenai iuran Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Iuran itu sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat atau hampir Rp17 triliun (kurs Rp16.800).
Menurut Suzie, Indonesia tidak perlu membayar iuran yang jumlahnya sangat besar tersebut.
"Sama sekali tidak perlu membayar karena begitu besar jumlahnya," katanya dalam program Kompas Petang KompasTV, Selasa (3/2/2026).
Ia mengatakan besaran itu beberapa kali lipat dari jumlah iuran ke Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
"Mungkin ASEAN lebih penting daripada BoP buatan keluarga Donald Trump," ucapnya.
Ia juga menilai tidak masuk akal dana iuran itu digunakan untuk membangun Gaza.
"Kenapa kita membangun sesuatu yang dihancurkan oleh Israel? Itu kan enggak masuk akal sebetulnya," celetuknya.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Ormas Islam, Menlu: Luruskan Isu Board of Peace yang Mungkin Disalahartikan
Di sisi lain, Syamsu mengatakan iuran sekitar Rp17 triliun dianggap sebagai entry card atau kartu kedatangan untuk bisa menjadi anggota tetap Board of Peace.
Menurutnya, bergabung Board of Peace merupakan satu-satunya pintu yang tersedia untuk membicarakan perdamaian Gaza. Jika tidak masuk di sana, kata dia, Indonesia bisa "ketinggalan kereta".
Syamsu menyebut, dengan membayar iuran dan bergabung menjadi anggota tetap Board of Peace, hal itu bisa juga mendorong adanya multiplier effect (efek berganda).
"Salah satunya adalah posisi diplomasinya kita yang levelnya naik dan itu menjadi kredibel," katanya.
Dengan peningkatan itu, kata dia, ia harap bisa dimanfaatkan oleh seluruh diplomat dan duta besar Indonesia di seluruh dunia untuk meningkatkan kepercayaan negara lain kepada Indonesia.
"Kepercayaan bukan hanya dalam bidang pertahanan, diplomasi, tapi juga dalam bidang ekonomi, ekonomi sosial, sehingga nanti ada kerja sama-kerja sama bilateral, multilateral yang bisa kita dapatkan. Jadi, ada side effect-nya," ucapnya.
Meskipun begitu, Syamsu menekankan tujuan utama Indonesia masuk Board of Peace adalah untuk kemerdekaan Palestina.
"Kita punya catatan adalah, ingat tujuan kita terlibat dalam proses semua ini adalah Palestine atau free Palestine. Sehingga kita ingin supaya semua yang kita lakukan ini muaranya adalah bagaimana menjamin ada jalan (untuk kemerdekaan Palestina)," tuturnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, Antara
- iuran board of peace
- board of peace
- dewan perdamaian
- dpr
- pusat kajian wilayah amerika ui



