Tentara Thailand berjalan di dekat kasino O’Smach, sebuah kompleks yang digunakan untuk operasi penipuan scam digital pada perbatasan Chong Chom–O’Smach setelah bentrokan antara Thailand dan Kamboja di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan, di Samraong, provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, Senin (2/2/2026). (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
2/8Militer Thailand mengatakan pada Senin (2/2) kemarin telah menemukan sejumlah besar bukti penipuan transnasional dari kompleks penipuan Kamboja yang disita selama bentrokan tahun lalu antara kedua negara di sepanjang perbatasan yang disengketakan.. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Pejabat senior militer Thailand mengatakan kompleks O’Smach telah menampung ribuan orang, banyak di antaranya adalah korban perdagangan manusia yang dipaksa untuk menipu orang asing atau menghadapi hukuman. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
4/8Beberapa bangunan pada kompleks tersebut merupakan lokasi yang dibom dan diduduki oleh militer Thailand akhir tahun lalu. Bangunan enam lantai itu dipenuhi dengan dokumen, termasuk daftar panjang yang tampaknya berisi target potensial dan detail kontak mereka, serta naskah dialog penipuan. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
O'Smach sebelumnya telah disebut sebagai basis operasi penipuan, termasuk oleh Amerika Serikat, yang menyebutkan perdagangan manusia dan kejahatan paksa. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
6/8Sebagian wilayah Asia Tenggara, termasuk daerah perbatasan antara Thailand, Myanmar, dan Kamboja, telah menjadi pusat penipuan daring dalam beberapa tahun terakhir, menghasilkan miliaran dolar setiap tahunnya. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
7/8Beberapa ruangan bahkan ada yang dirancang menyerupai kantor polisi dari berbagai negara, termasuk Brasil dan Australia. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
8/8Di antara barang-barang yang disita di O’Smach adalah 871 kartu SIM yang memungkinkan komunikasi internasional anonim, dokumen berupa catatn, puluhan ponsel pintar, lencana polisi palsu, dan seragam polisi, kata militer Thailand. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

