Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengumumkan akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp 1 triliun. BRPT menunjuk PT Sucor Sekuritas untuk melakukan pembelian kembali saham.
Manajemen Barito Pacific menyampaikan dana untuk pelaksanaan buyback saham berasal dari saldo kas internal perseroan. Barito Pacific telah menyisihkan dana yang bersumber dari kelebihan kas dan tidak akan mengganggu kegiatan operasional.
Tak hanya itu buyback saham akan dilakukan pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh manajemen perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Buyback direncanakan akan berlangsung dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal 4 Februari 2026 sampai dengan 3 Mei 2026,” tulis manajemen BRPT dalam keterangannya, Selasa (3/2).
Di sisi lain apabila melihat saham BRPT pada perdagangan Selasa (3/2) kemarin, BRPT ditutup naik 7,61% ke Rp 1.980 per lembar saham. Volume yang diperdagangkan tercatat 145,59 juta dengan nilai transaksi Rp 279,30 miliar dan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 185,62 triliun.
Namun apabila menilik performanya dalam seminggu terakhir, saham BRPT turun 26,67% dan merosot 37,93% dalam sebulan terakhir.
Kinerja Keuangan BRPT Hingga Kuartal III 2025Emiten milik konglomerat nomor satu Indonesia Prajogo Pangestu yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang Januari–September 2025. Perseroan mencatat laba bersih sebesar US$ 582 juta atau setara Rp 9,71 triliun.
Capaian laba BRPT itu meroket 2.055% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 27 juta. Kinerja moncer ditopang lonjakan pendapatan yang mencapai US$ 5,56 miliar, naik 231,8% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 1,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor utama berasal dari segmen petrokimia yang mencatat pertumbuhan 314,1% menjadi US$ 5,10 miliar dari sebelumnya US$ 1,23 miliar. Pendapatan dari segmen energi juga meningkat 3,6% menjadi US$ 457 juta, sementara pendapatan lainnya stabil di US$ 4 juta.
Direktur Utama BRPT Agus Pangestu mengatakan, sembilan bulan pertama tahun ini menjadi periode pertumbuhan luar biasa bagi perseroan.
“Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami terhadap keunggulan operasional, optimalisasi portofolio, serta pengelolaan modal yang disiplin,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/10).

.jpg)

