Goldman-Macquarie Naikkan Proyeksi Harga Nikel 2026 seiring Pengetatan Pasokan Indonesia

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Goldman Sachs dan Macquarie pada Selasa menaikkan proyeksi rata-rata harga nikel 2026, seiring pengetatan pasokan bijih dari Indonesia.

Goldman-Macquarie Naikkan Proyeksi Harga Nikel 2026 seiring Pengetatan Pasokan Indonesia. (Foto: MBMA)

IDXChannel - Goldman Sachs dan Macquarie pada Selasa menaikkan proyeksi rata-rata harga nikel 2026, seiring pengetatan pasokan bijih dari Indonesia setelah muncul sinyal bahwa pemerintah berencana membatasi produksi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memicu rebound harga nikel pada pertengahan Desember dengan menyatakan komitmen untuk memangkas produksi.

Baca Juga:
Danantara Dirikan BUMN Perminas untuk Fokus Kelola Logam Tanah Jarang

Indonesia tahun ini akan menurunkan kuota izin pertambangan tahunan menjadi 250 juta hingga 260 juta ton basah bijih, dari 379 juta ton pada 2025. Hal tersebut dikonfirmasi seorang pejabat Kementerian ESDM pada 14 Januari.

Indonesia merupakan produsen nikel terbesar dunia, logam utama untuk bahan baku baterai.

Baca Juga:
Harga Emas Cetak Kenaikan Harian Terbesar sejak 2008, Perak Ikut Bangkit

Mengutip dari Reuters, Rabu (4/2/2026), Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga nikel 2026 menjadi rata-rata USD17.200 per ton, dari sebelumnya USD14.800, dengan alasan penurunan pasokan bijih Indonesia menjadi 260 juta ton metrik.

Bank investasi raksasa tersebut menyebut harga berpotensi naik hingga sekitar USD18.700 per ton pada kuartal II-2026, seiring ketatnya ketersediaan bijih yang menopang pasar.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Kekhawatiran Terkait AI Meningkat Jelang Laporan Keuangan Alphabet

Namun, Goldman juga memperkirakan pasokan akan kembali meningkat pada paruh kedua tahun ini setelah adanya persetujuan tambahan yang mendorong produksi mendekati 300 juta ton.

Kondisi itu diperkirakan mengembalikan pasar nikel olahan ke posisi surplus sekitar 191.000 ton dan menekan harga turun mendekati level biaya produksi, sekitar USD15.500 per ton pada akhir 2026.

Sementara itu, Macquarie turut merevisi naik pandangannya dengan menaikkan proyeksi rata-rata harga nikel LME 2026 menjadi USD17.750 per ton, dari sebelumnya USD15.000.

Macquarie menilai dampak bersih dari kebijakan pengetatan pasokan Indonesia adalah menurunkan proyeksi surplus pasar nikel global menjadi sekitar 90.000 ton, dari sebelumnya 250.000 ton.

Macquarie juga berasumsi pemerintah Indonesia akan menyempurnakan kebijakan kuota pertambangan (RKAB) untuk mengarahkan harga nikel di kisaran USD18.000 per ton.

Pada perdagangan Selasa, harga nikel di London Metal Exchange (LME) ditutup di sekitar USD17.447 per ton. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Imlek Festival Phinisi Point Mal Hadirkan Barongsai Tonggak
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Perintah Amran, Beras SPHP Terus Diguyur Sampai Akhir Februari 2026
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lantik Pengurus DPW PKB 2026–2031, Cak Imin Tekankan Persiapan Menuju Pemilu 2029
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Kantor PT Shinhan Sekuritas di SCBD Digeledah terkait Kasus Saham Gorengan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dokter Kecantikan Oky Pratama Lapor Polisi usai Diteror Karangan Bunga Berisi Fitnah
• 23 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.