Pada tampilan Google Doodle hari ini, logo Google diubah menjadi ilustrasi yang menampilkan elemen khas curling.
Visual tersebut menggambarkan batu granit yang meluncur di atas permukaan es serta sapu yang digunakan atlet untuk mengontrol arah dan kecepatan batu. Ilustrasi ini merepresentasikan dinamika permainan sekaligus semangat sportivitas yang melekat pada olahraga tersebut.
Pemilihan tema Curling 2026 berkaitan dengan perhelatan Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympics) Milano Cortina 2026 di Italia, di mana curling kembali dipertandingkan sebagai salah satu cabang utama.
Pada Olimpiade Musim Dingin 2026, curling akan diperlombakan dalam tiga kategori, yakni men’s team, women’s team, dan mixed doubles, dengan pertandingan berlangsung di Cortina d’Ampezzo.
Curling merupakan olahraga es yang mengandalkan strategi, presisi, dan kerja sama tim. Meski tidak populer di negara beriklim tropis seperti Indonesia, curling termasuk salah satu olahraga tim tertua di dunia.
Aktivitas yang menyerupai curling telah tergambar dalam lukisan seniman Flemish abad ke-16, sementara catatan tertulis pertamanya berasal dari Skotlandia pada tahun 1540.
Dalam perkembangannya, curling yang awalnya dimainkan di danau dan kolam beku kemudian bertransformasi menjadi olahraga modern.
Seluruh kompetisi nasional dan internasional kini diselenggarakan di arena dalam ruangan dengan kondisi es dan suhu yang dikontrol secara ketat. Olahraga ini berada di bawah naungan organisasi internasional yang kini dikenal sebagai World Curling.
Melalui Google Doodle, Google secara rutin merayakan momen budaya, sejarah, hingga olahraga dari berbagai belahan dunia. Doodle bertema Curling 2026 menjadi salah satu bentuk pengenalan olahraga musim dingin kepada audiens global, termasuk di negara-negara yang tidak memiliki tradisi olahraga es seperti Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)





