Jakarta: Harga emas dunia (XAU/USD) menunjukkan pemulihan yang solid pada perdagangan hari ini, setelah mengalami koreksi tajam dari rekor tertingginya pekan lalu. Logam mulia tersebut tercatat melonjak lebih dari lima persen pada Selasa, seiring kembali masuknya para pembeli yang memanfaatkan pelemahan harga sebagai peluang akumulasi.
Saat ini, XAU/USD bergerak di kisaran USD4.980-USD4.985, berhasil bangkit dari posisi terendah hampir empat minggu di area USD4.402 yang tercapai pada awal pekan. Pemulihan ini menandakan minat beli emas masih terjaga kuat, terutama di tengah ketidakpastian global yang kembali meningkat.
Menurut analisis teknikal Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, struktur pergerakan harga emas saat ini memperlihatkan penguatan tren bullish. Kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan momentum kenaikan masih mendominasi pasar.
"Setelah berhasil keluar dari fase koreksi dalam, harga emas kini kembali bergerak di atas area support penting, membuka peluang kelanjutan tren naik dalam jangka pendek," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Februari 2026.
Andy memproyeksikan, selama tekanan beli tetap bertahan, XAU/USD berpotensi melanjutkan penguatan menuju area USD5.239 sebagai target kenaikan terdekat. Namun demikian, pelaku pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi apabila harga gagal mempertahankan momentum, dengan area penurunan terdekat berada di sekitar level USD4.899.
Baca Juga :
Rincian Harga Emas UBS dan Galeri 24 yang Turun Lagi Hari Ini(Ilustrasi. Foto: Unplash)
"Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan militer. Kondisi ini mendorong investor kembali mencari aset lindung nilai, termasuk emas, sebagai upaya mengamankan portofolio dari risiko global," jelas dia.
Ketegangan geopolitik tersebut semakin kompleks dengan dinamika diplomasi AS-Iran yang belum menemui titik terang. Iran dilaporkan meminta agar pembicaraan dengan AS dilakukan di Oman dan dibatasi hanya pada isu nuklir, sementara di sisi lain muncul sinyal pelonggaran setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan untuk melakukan negosiasi yang adil.
"Meski demikian, ketidakpastian arah perundingan membuat pasar tetap waspada, sehingga emas masih berpotensi mendapatkan dukungan dalam jangka pendek," ungkap dia. Kenaikan harga emas tertahan prospek suku bunga AS Di sisi kebijakan moneter, potensi kenaikan harga emas cenderung tertahan oleh prospek suku bunga AS yang tetap tinggi. Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve dipandang pasar sebagai sinyal hawkish, yang mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Meski pasar masih memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada Juni sebesar sekitar 66 persen, ketidakpastian arah kebijakan Fed dapat memicu volatilitas lanjutan pada harga emas. Secara keseluruhan, pergerakan emas hari ini masih didominasi oleh kecenderungan bullish, dengan dukungan kuat dari faktor teknikal dan sentimen global.
"Namun, investor disarankan tetap mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter AS, karena kedua faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga emas dalam waktu dekat," kata dia.




