MerahPutih.com - Kisah pilu kembali terjadi di Indonesia. Seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBR (10) di kawasan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, ditemukan meninggal dunia dengan dugaan bunuh diri.
Peristiwa tragis ini diduga dipicu keterbatasan ekonomi keluarga yang membuat korban tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah.
“Atas peristiwa ini, Polres Ngada turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” kata Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R. Pissort, kepada media, dikutip Rabu (4/2).
Baca juga:
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Tali Nilon dan Surat untuk IbuBenediktus menjelaskan Jenazah YBR pertama kali ditemukan KD (59), warga setempat, saat menuju pondok untuk mengikat ternak.
Saksi KD melihat tubuh korban tergantung di pohon, kemudian memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. "Hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) menunjukkan korban tergantung dengan dua utas tali nilon berwarna hijau," tuturnya.
Dari TKP, polisi turut mengamankan barang bukti berupa tali, pakaian korban, serta selembar kertas berisi tulisan tangan dalam bahasa Bajawa yang diduga sebagai pesan perpisahan untuk ibunya. Setelah diidentifikasi polisi, korban dibawa ke Puskesmas Dona Jerebuu untuk menjalani visum et repertum.
Baca juga:
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Diasuh Neneknya Sejak Umur 1 TahunKorban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun, dia diasuh oleh neneknya karena sang ibu, yang berusia 47 tahun harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Sedangkan, ayahnya merantau ke Kalimantan dan tidak pernah kembali. Sehari-hari, YBR membantu neneknya menjual sayur, ubi, dan kayu bakar. (Knu)




