MerahPutih.com - Prosesi pemakaman Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri di Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2).
Pemakaman ini dihadiri langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
Ia mengusulkan almarhumah Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri dianugerahi Bintang Bhayangkara sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan keteladanan yang diwariskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kapolri mengatakan selama hidupnya, almarhumah Meri Hoegeng secara konsisten memberikan pesan moral dan semangat kepada keluarga besar Polri, terutama terkait integritas, keteladanan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga:
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
"Karena jasa beliau maka Polri mengajukan kepada Bapak Presiden untuk mendapatkan Bintang Bhayangkara Pertama. Ini adalah bentuk penghormatan dari negara dan institusi Polri," ujar Kapolri.
Kontribusi almarhumah tidak hanya bersifat personal, melainkan memiliki dampak luas terhadap penguatan nilai-nilai etik dan moral di lingkungan kepolisian.
Kapolri mengatakan pada berbagai kesempatan almarhumah kerap mengingatkan jajaran Polri agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi integritas.
"Beliau selalu menyampaikan pesan agar Polri tetap menjaga institusi dan menjalankan tugas dengan integritas serta keteladanan," katanya.
Menurut Kapolri, pesan-pesan tersebut menjadi penguat komitmen Polri dalam melaksanakan tugas pokok menjaga keamanan, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menambahkan pengusulan penghargaan tersebut juga merupakan bentuk apresiasi atas peran almarhumah dalam memberikan spirit dan penguatan moral pada saat institusi kepolisian menghadapi berbagai tantangan.
"Ini adalah bentuk penghargaan dari kami, dari keluarga besar Polri dan dari negara, atas apa yang telah beliau berikan selama ini," ujar Kapolri.



