GenPI.co - Istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso Meriyati Hoegeng dimakamkan di TPU Giri Tama Tajur Halang Bogor Jawa Barat, pada Rabu (4/2).
"Prosesi pemakaman dilakukan sebelum Zuhur," kata salah seorang anak Hoegeng Aditya, dikutip Rabu.
Aditya menjelaskan ibunya meninggal bukan karena penyakit tertentu, tetapi karena faktor usia yang sudah sepuh.
"Kondisinya sehat, tetapi memang karena usia yang sudah sepuh saja," beber dia.
Meriyati Hoegeng sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama 2 pekan sebelum meninggal dunia.
"Jadi ibu 2 kali dirawat di rumah sakit. Jadi 1 minggu pertama itu di pertengahan Oktober 2025, sempat sehat sehingga diperbolehkan pulang, " terang Aditya.
Dia menjelaskan setelah sempat 2 hari tinggal di rumah, tetapi Meriyati sudah tidak mau makan.
"Jadi kami kesulitan sehingga dibawa kembali ke rumah sakit pada 26 Januari 2026, karena kondisi kesehatan yang terus menurun," beber dia.
Sebelumnya, almarhumah disemayamkan di Perumahan Pesona Khayangan Blok DH Nomor 1, Depok, Jawa Barat.
Meriyati Roeslani Hoegeng atau akrab disapa Eyang Meri meninggal dunia pada usia 100 tahun, Selasa (3/2).
Meri Hoegeng lahir di Yogyakarta pada 23 Juni 1925. Meri adalah anak dari pasangan dr Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe.
Meri menikah dengan Jenderal Hoegeng pada 1946 dan dikaruniai 3 orang anak.(ant)
Simak video berikut ini:




