DEPOK, KOMPAS.com - Anak berinsial B (3) di Pancoran Mas, Kota Depok tidak bisa menjalani terapi bicara tumbuh kembang di rumah sakit karena status Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan mendadak nonaktif.
Sang nenek Nunung (50) pun langsung mendatangi Kantor BPJS Kesehatan cabang Depok, Rabu (4/2/2026) untuk meminta kepastian status Kartu Indonesia Sehat (KIS) cucunya yang tiba-tiba dinonaktifkan.
Sejak tiga bulan lalu, cucunya mulai menjalani terapi bicara menggunakan BPJS Kesehatan PBI.
“Memang bukan sakit, tapi ini ada terapi biar cucu bisa lancar belajar ngomong karena sudah mau tiga tahun bulan April nanti. Baru bisa bilang ‘mama’,” ucap Nunung saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Jerit Pasien Gagal Ginjal Saat BPJS PBI Dinonaktifkan: Dada Sesak, tapi Tak Bisa Cuci Darah
Melalui terapi, cucu Nunung bisa perlahan belajar mengenal lingkungan dan mengutarakannya dalam bentuk bicara.
Setiap sesi yang berlangsung 60 menit tanpa mengeluarkan biaya seolah menjadi berkah untuk Nunung dan keluarga.
Apalagi, harga normal terapi bisa menyentuh Rp 350.000.
Namun, ketika Nunung tak bisa mendaftar terapi secara online di rumah sakit langganan, ia menyadari berkah itu dihentikan setelah membuka aplikasi Mobile JKN.
“Biasanya bisa pas daftar online, tapi ini tidak bisa terus dari dua hari lalu. Pas coba buka ke aplikasi JKN ternyata tiba-tiba tidak aktif atau tidak terdaftar tulisannya,” jelasnya.
Disebutkan, Nunung dan keluarga telah termasuk menjadi penerima BPJS PBI selama 10 tahun.
Nunung mengharapkan agar pemerintah bisa mempertimbangkan kembali keputusan ini, mengingat keluarganya termasuk cucu tak punya penghasilan pasti setiap bulan.
Baca juga: DLH Bekasi: Cacahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 di TPS Liar Uang Asli
Sehari-hari, Nunung dan suami berjualan jagung susu keju di pasar malam, sedangkan anak-anaknya juga bekerja serabutan.
“Semoga bisa digunakan lagi ya Allah apalagi cucu saya sedang terapi banget, kondisi orangtua cucu saya juga lagi tidak punya pekerjaan,” lanjut dia.
Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, terpantau antrean mengular yang terlihat di dua titik berbeda.
Titik antrean pertama yaitu untuk menemui customer service dan antrean lainnya untuk mengambil nomor antrean.
Baca juga: Jangan Panik Kepesertaan BPJS Kesehatan Tiba-tiba Nonaktif, Begini Cara Mengaktifkan Kembali
Sejumlah warga datang ke kantor BPJS Kesehatan dengan membawa anaknya, hingga keriuhan antara obrolan dan teriakan anak menyatu.
Kebanyakan warga mengeluhkan kondisi serupa dengan Nunung.
Lalu sebagian lainnya tentang kenonaktifan BPJS Kesehatan miliknya meski telah membayar iuran dan tergolong BPJS Mandiri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




