TABLOIDBINTANG.COM - Inara Rusli mengadu ke Komnas Anak karena putra putrinya dibawa mantan suami, Virgoun tanpa izin darinya. Padahal, sejak putusan resmi cerai, hak asuh anak diserahkan pada Inara.
Di tengah polemik dugaan pengambilan anak secara paksa, Komnas PA menegaskan bahwa anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
“Anak itu mempunyai hak untuk benar-benar bisa bersama dengan ayahnya, anak itu harus juga bersama dengan ibunya, masing-masing sama,” ungkap Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait kepada wartawan di kantornya, kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (3/2).
Agustinus mengungkapkan, Inara Rusli mengaku kehilangan akses bertemu dengan anak-anaknya. Selain itu, komunikasi antara Inara dan buah hatinya juga disebut dibatasi oleh Virgoun.
Kondisi inilah yang mendorong Inara melaporkan dugaan tersebut ke Komnas PA guna mendapatkan perlindungan serta kejelasan hukum.
“Yang kami terima adalah laporan dari seorang ibu pemegang hak asuh, di mana anaknya dibawa tanpa persetujuan dan akses pertemuannya ditutup,” jelas Agustinus.
Agustinus menegaskan, tindakan membatasi pertemuan anak dengan orang tua kandungnya bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Menurutnya, konflik orang tua seharusnya tidak berdampak pada tumbuh kembang psikologis anak.
Lebih lanjut, Agustinus menekankan bahwa meski suatu saat terjadi peralihan hak asuh, tidak ada pembenaran untuk menutup akses pertemuan anak dengan ayah atau ibunya. Prinsip tersebut berlaku bagi kedua belah pihak.
“Lepaskanlah egoisme dari masing-masing pihak. Fokus kepada anak-anak kita yang hari ini kita tahu sendiri banyak permasalahan anak-anak kita,” tegas Agustinus Sirait.
Ia juga mengingatkan agar konflik ini tidak menambah daftar persoalan yang berdampak buruk bagi anak-anak.
“Jangan kita menambah daftar hitam bahwa anak-anak kita tidak mendapatkan kasih sayang dan sebagainya, karena itu mempunyai efek buruk,” sambung Agustinus.
Komnas PA berharap kedua orang tua dapat menahan diri dan mengedepankan kepentingan anak. “Nah, itu anjuran kita, harapan kita,” pungkasnya.




