EtIndonesia. Pada 1 Februari, ketika banyak warga Chengdu, Tiongkok sedang berjemur di bawah sinar matahari di area rumput sebuah taman pameran, tiba-tiba angin puting beliung muncul di lokasi tersebut. Sejumlah warga yang berada di tempat kejadian merekam momen menegangkan itu dengan ponsel mereka.
Kejadian berlangsung di Taman Pameran Warisan Budaya Takbenda Internasional Chengdu. Sejumlah video yang diunggah warganet memperlihatkan banyak pengunjung mendirikan tenda, berkemah, menggelar alas duduk untuk berjemur, sementara orang dewasa bermain bersama anak-anak di lapangan rumput yang luas.
Tiba-tiba, sebuah pusaran angin kecil muncul dari tanah tidak jauh dari mereka, membalikkan perlengkapan luar ruang, mengangkat kantong plastik dan benda-benda lain ke udara, sambil berputar dan menghamburkan debu ke sekeliling. Bahkan terlihat seseorang mengejar sofa malas (lazy sofa) yang terseret angin.
Di lokasi terdengar teriakan kaget dari warga, namun banyak orang tidak segera menjauh, melainkan tetap berdiri di sekitar untuk menyaksikan. Ada yang mengatakan bahwa dua tempat tidur lipat luar ruang miliknya “terbawa angin”.
Seorang pengunggah video menuliskan keterangan: “Di Taman Pameran Warisan Budaya Takbenda, pukul 15.16 muncul tornado. Pada awalnya ada orang dewasa yang terseret dan terjatuh! Berlangsung sekitar 3 menit!”
Pada 2 Februari pagi, seorang staf taman pameran tersebut mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa fenomena itu adalah pusaran debu (dust devil), bukan tornado, dan durasi kejadiannya sangat singkat, hanya beberapa menit.
Namun, warganet setempat meninggalkan berbagai komentar, seperti:
“Sekarang semuanya bilang ini tornado.”
“Tornado sebesar ini, saya belum pernah melihatnya.”
“Kasur udara berwarna oranye yang terbang di langit itu milik kami.”
“Saya ada di lokasi, sangat menakutkan, anginnya menyapu beberapa orang.”
“Bola sepak sampai terbang ke udara.”
“Tikar rumput dan balon di tanah ikut terangkat.”
Ada pula yang mengingatkan:
“Jangan meremehkan tornado.”
“Kekuatan alam terlalu besar.”
“Kita harus menghormati alam.”
“Kalau berbahaya, sebaiknya cepat menghindar.”
Penyunting : Li Enzhen




