Purbaya: Sektor Keuangan Sangat Krusial sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah bakal terus berupaya mendorong sektor keuangan di Tanah Air, supaya bisa menjadi mesin pertumbuhan yang turut mendanai sektor-sektor produktif dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu diutarakannya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR RI, dengan agenda penyerahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-undang tentang perubahan UU No. 4/2023 tentang P2SK.

Baca Juga :
Purbaya Dorong Revisi UU P2SK Bikin Pasar Modal Lebih Lincah dan Cekatan
Jadi 'Biang Kerok' UU P2SK, Purbaya Minta Maaf di Hadapan Komisi XI DPR

"Sektor keuangan harus didorong sebagai mesin pertumbuhan, yang mampu mengalirkan pembiayaan ke sektor produktif dengan manajemen risiko yang solid," kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
  • [tangkapan layar]

Dengan demikian, Purbaya meyakini bahwa langkah pemerintah dan DPR untuk merevisi Undang-undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), merupakan langkah strategis untuk menjadikan sektor keuangan sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional tersebut.

"Karena itu, reformasi sektor keuangan yang telah dimulai dengan penerbitan Undang-Undang P2SK, perlu diakselerasi untuk mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia," ujar Purbaya.

Dia menjelaskan, memasuki tahun 2026, prospek perekonomian global telah menunjukkan perbaikan dari perkiraan sebelumnya. Sejumlah lembaga internasional bahkan telah merevisi outlook pertumbuhan ekonomi global ke arah yang lebih positif. Menurut Purbaya, hal ini mencerminkan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi dunia.

Di tengah dinamika global tersebut, Purbaya menilai bahwa perekonomian Indonesia berada pada jalur pertumbuhan yang kuat, didukung oleh fundamental makroekonomi yang terjaga dan struktur ekonomi yang semakin berimbang. 

Selain faktor fundamental makroekonomi, kebijakan fiskal menurutnya juga berperan penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan. Purbaya menilai, APBN terbukti adaptif di tengah berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi, serta mampu mendukung pencapaian program prioritas sekaligus menjaga kredibilitas dan tata keolah fiskal.

"Namun untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan, ekonomi Indonesia perlu didukung oleh sektor keuangan yang sehat. Untuk itu, diperlukan pendalaman, stabilitas, dan inklusi sektor keuangan. Karena ini semua amat krusial," ujarnya.

Baca Juga :
Jaga Independensi BI, Purbaya Janji Tak Akan Burden Sharing
Defisit APBN 2026 Diprediksi Lampaui 3 Persen, Purbaya Beri Jawaban Menohok ke Ekonom Citibank
Purbaya Tegaskan Pencabutan Izin Tambang Martabe Demi Perbaiki Iklim Investasi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satgas Bencana Sumatera: Jalan-Jembatan Nasional Sudah Berfungsi 100 Persen
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Mengapa Nabi Harun Punya Janggut Dua Warna? Simak Kisah Pendamping Musa Ini
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KKP Segel Tambak Udang Milik Perusahaan Asing di Lombok karena Tak Berizin Selama 10 Tahun
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Pimpinan DPR Dorong APH Dalami Penyebab Anak SD di NTT Bunuh Diri
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Bikin Ngiler, Pendapatan Petinggi 10 Perusahaan Ini Tembus Triliunan
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.