JAKARTA, KOMPAS — Seiring maraknya rokok elektronik, peredaran etomidate semakin rawan terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Polisi kembali menangkap pengedar etomidate, yang biasanya dijadikan bahan racikan dalam rokok elektronik atau vape. Pelaku beraksi di kawasan permukiman.
Penangkapan pelaku pengedaran etomidate ini terjadi di dua tempat. Selain di Apartemen Seasons City, Jakarta Barat, pelaku lain ditangkap di Perumahan Green Lake, Kota Tangerang. Etomidate masuk golongan II narkotika berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.
Kepala Unit 1 Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Ari Purwanto pada Rabu (4/2/2026) mengatakan, salah satu pelaku adalah perempuan berinisial S (37). Ditangkap di Apartemen Seasons City pada Senin (2/2/2026), pukul 21.00 WIB, dia terjerat bersama barang bukti 45 paket etomidate.
Penangkapan S membuka pintu pada pengedar lainnya, perempuan berinisial F (39). Dia lalu ditangkap di sebuah rumah di kawasan Perumahan Green Lake Cluster Eropa, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (3/2/2026), pukul 02.00 WIB. Barang buktinya, kata Ari, 37 paket etomidate.
”Saat ini kedua tersangka telah dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Mereka sedang diperiksa untuk mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih besar,” ujarnya.
Di tengah maraknya tren penggunaan vape, etomidate semakin rentan disalahgunakan. Tahun ini, aktivitas pembuatan etomidate di Jakarta juga digagalkan polisi.
Pada Jumat (9/1/2026), polisi mengungkap praktik clandestine drug laboratory atau laboratorium pembuatan etomidate di Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara. Ada dua tersangka dalam kasus ini, salah satunya warga negara asing, China.
Kepala Subdirektorat 2 Direktorat Reserse Narkotika dan Obat Terlarang Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Parikhesit, Rabu (14/1/2026), mengatakan, polisi menemukan paket Fedex berisi etomidate seberat 100 gram.
”Laboratorium itu diperkirakan nantinya akan menghasilkan sekitar 30 liter cairan etomidate per hari,” kata Parikhesit.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ahmad David menuturkan, etomidate biasanya dijadikan bahan racikan rokok elektronik atau vape. Berdasarkan penghitungan, satu cartridge vape rata-rata berisi 2 mililiter etomidate.
”Jadi, dari total 30 liter cairan etomidate, laboratorium ini berpotensi menghasilkan 15.000 cartridge etomidate yang siap diedarkan ke masyarakat,” katanya.
Untuk mengelabui petugas, ujar Ahmad, pelaku memasukkan barang ilegal ini via transportasi udara dengan menyamarkannya sebagai barang kiriman paket. ”Beruntung paket sudah terdeteksi,” ujar Ahmad.



