Inovasi Olimpiade Musim Dingin 2026, Dua Kaldron Menyala di Milan dan Cortina

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

SEJARAH baru akan tercipta dalam pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026. Untuk pertama kalinya, api Olimpiade tidak hanya akan bersemayam di satu stadion utama, melainkan di dua lokasi berbeda secara bersamaan pada Jumat (6/2/2026) mendatang.

Panitia penyelenggara Milano Cortina 2026 resmi memperkenalkan inovasi dua kaldron Olimpiade yang akan menyala secara simultan di Stadion San Siro (Milan) dan Piazza Angelo Dibona (Cortina d'Ampezzo). Langkah ini diambil sebagai simbol penyatuan kekuatan urban kota Milan dengan keindahan alam pegunungan Alpen.

Ketua Panitia Penyelenggara Milano Cortina 2026, Giovanni Malagò, menyatakan bahwa inovasi ini mencerminkan konsep "Olimpiade Tersebar" yang diusung Italia dalam edisi kali ini.

Baca juga : Ini Alasan Sunghoon Enhypen Dipilih Menjadi Pembawa Obor Olimpiade Musim Dingin 2026

"Ini bukan sekadar teknis, tapi pesan tentang harmoni antara kemajuan kota besar dan perlindungan ekosistem pegunungan kita," ujar Malagò dalam konferensi pers di Main Press Centre (MPC) Milan, Rabu (4/2/2026).

Teknologi Hidrogen Hijau

Kedua kaldron tersebut dirancang dengan teknologi ramah lingkungan menggunakan bahan bakar hidrogen hijau. Hal ini sejalan dengan komitmen Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menekan emisi karbon selama ajang berlangsung.

Selain inovasi kaldron, upacara pembukaan bertajuk "Armonia" juga akan melibatkan teknologi proyeksi pemetaan (mapping) yang menghubungkan jarak 400 kilometer antara Milan dan Cortina secara visual melalui layar raksasa di kedua lokasi.

Fakta Inovasi Dua Kaldron 2026:
  • Lokasi 1: Stadion San Siro, Milan (Pusat Urban).
  • Lokasi 2: Piazza Angelo Dibona, Cortina (Pusat Alam).
  • Teknologi: Bahan bakar Hidrogen Hijau (Zero Emission).
  • Makna: Simbol integrasi antara olahraga, kota, dan lingkungan.

Masyarakat dunia dapat menyaksikan momen sakral penyalaan dua kaldron ini pada Jumat malam waktu setempat, yang menandai dimulainya persaingan 2.900 atlet dari sekitar 90 negara di tanah Italia Utara.

Penyelenggaraan ini diharapkan menjadi standar baru bagi tuan rumah Olimpiade masa depan dalam memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada di beberapa kota sekaligus tanpa menghilangkan esensi kesatuan api Olimpiade.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bantah Diberi Mobil Cuma-Cuma, Ressa Ternyata Nyicil Sendiri Pakai Gaji sebagai Sopir
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hashim: 90 Ribu Hektare Lahan Prabowo di Aceh jadi Area Konservasi Gajah
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Neraca Dagang Indonesia 2025 Surplus USD 41,05 Miliar, Ekspor Tumbuh 6,15%
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Khofifah Buka Diklat Petugas Haji Surabaya, Jemaah Jatim Terbanyak Sepanjang Sejarah
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Iran Disebut Minta Lokasi Pertemuan dengan AS Diubah ke Oman, Bukan Turki
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.