Jakarta: Pemerintah menyerap dana senilai Rp36 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) pada 3 Februari 2026. Adapun total penawaran masuk yang tercatat pada lelang kali ini mencapai Rp76,59 triliun.
Dikutip dari keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, dilansir Antara, Rabu, 4 Februari 2026, mencatat serapan terbesar berasal dari seri FR0108 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp10,5 triliun dari penawaran masuk Rp20,6 triliun.
Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,31996 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036. Selanjutnya, pemerintah menyerap dana senilai Rp6,15 triliun dari seri FR0109 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk Rp25,4 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,70605 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.
Sementara dari seri FR0106 (pembukaan kembali), pemerintah memenangkan nominal Rp5,6 triliun dari penawaran masuk Rp6,94 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,53998 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.
Serapan berikutnya yaitu seri SPN12270204 (penerbitan baru) yang dimenangkan sebesar Rp5 triliun dari penawaran masuk Rp6,92 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,61000 persen dengan jatuh tempo 4 Februari 2027.
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Baca Juga :
Mengenal Surat Utang Negara: Investasi Aman yang Dijamin PemerintahKemudian, pemerintah menyerap dana senilai Rp2,85 triliun dari seri FR0105 (pembukaan kembali) yang mencatatkan penawaran masuk Rp3,75 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,78996 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2064.
Serapan selanjutnya adalah seri FR0102 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp2,8 triliun dari penawaran masuk Rp3,79 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,74989 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2054.
Sedangkan seri SPN01260307 (penerbitan baru) dimenangkan sebesar Rp1,55 triliun dari penawaran masuk Rp2,66 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 4,48000 persen dengan jatuh tempo 7 Maret 2026.
Adapun seri FR0107 (pembukaan kembali) dimenangkan senilai Rp1,05 triliun dari penawaran masuk Rp4,13 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,58795 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.
Terakhir, pemerintah menyerap dana senilai Rp500 miliar dari seri SPN12260507 (pembukaan kembali) yang mencatatkan penawaran masuk Rp2,4 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,50000 persen dengan jatuh tempo 7 Mei 2026.




