Jakarta (ANTARA) - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kirsty Coventry memberikan sinyal paling jelas sejauh ini bahwa Rusia berpeluang kembali berpartisipasi dalam Olimpiade Los Angeles 2028.
"Kami adalah organisasi olahraga. Kami memahami politik dan tahu bahwa kami tidak beroperasi dalam ruang hampa. Namun inti dari pekerjaan kami adalah olahraga. Itu berarti menjaga olahraga sebagai lahan netral, tempat setiap atlet dapat berkompetisi secara bebas tanpa dibatasi oleh politik atau perpecahan pemerintah mereka," kata Kirsty Coventry dalam laporan The Guardian yang dikutip di Jakarta, Rabu.
Sejak Februari 2022, Rusia dilarang mengikuti kompetisi FIFA dan UEFA, termasuk Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa. Tim Rusia hanya diizinkan memainkan pertandingan persahabatan, tanpa keikutsertaan dalam turnamen resmi internasional.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyatakan bahwa larangan tersebut tidak efektif dan perlu dievaluasi kembali, setidaknya untuk kompetisi usia muda. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari FIFA maupun IOC terkait status partisipasi Rusia pada Olimpiade 2028.
Sehari setelah pernyataan Infantino, Coventry dalam pidato pembukaan Kongres IOC ke-145 di Milan, Italia, menyatakan keinginannya agar Rusia kembali diikutsertakan dalam sepak bola internasional.
Baca juga: Resolusi Perdamaian Olimpiade untuk Milano Cortina 2026 disetujui PBB
Dia menegaskan prinsip bahwa olahraga harus menjadi ruang netral dan seluruh atlet seharusnya dapat berkompetisi tanpa terhambat oleh tindakan pemerintah negara asal mereka.
Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, kata dia, prinsip netralitas olahraga justru menjadi semakin penting agar Olimpiade tetap menjadi ajang inspirasi dan persatuan global.
Meski tidak menyebut Rusia secara langsung, pernyataan Coventry secara luas dipahami merujuk pada pengucilan Rusia dari ajang olahraga internasional sejak invasinya ke Ukraina pada 2022.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh anggota IOC asal Rusia Shamil Tarpischev yang menyebut hubungan antara Rusia dan IOC telah mengalami perbaikan signifikan.
"Dalam pidato itu ditekankan bahwa unsur politik seharusnya tidak memainkan peran. Olahraga adalah tentang inspirasi dan masa depan. Sejauh ini, prosesnya berjalan dengan baik dan terhormat, meskipun masih banyak diskusi yang harus dilakukan," katanya.
Tarpischev juga menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Infantino, seraya menyebut komunikasi dengan pimpinan FIFA tetap terjalin.
Baca juga: AIMS: Pencak silat masih punya PR besar menuju pengakuan IOC
"Kami adalah organisasi olahraga. Kami memahami politik dan tahu bahwa kami tidak beroperasi dalam ruang hampa. Namun inti dari pekerjaan kami adalah olahraga. Itu berarti menjaga olahraga sebagai lahan netral, tempat setiap atlet dapat berkompetisi secara bebas tanpa dibatasi oleh politik atau perpecahan pemerintah mereka," kata Kirsty Coventry dalam laporan The Guardian yang dikutip di Jakarta, Rabu.
Sejak Februari 2022, Rusia dilarang mengikuti kompetisi FIFA dan UEFA, termasuk Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa. Tim Rusia hanya diizinkan memainkan pertandingan persahabatan, tanpa keikutsertaan dalam turnamen resmi internasional.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyatakan bahwa larangan tersebut tidak efektif dan perlu dievaluasi kembali, setidaknya untuk kompetisi usia muda. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari FIFA maupun IOC terkait status partisipasi Rusia pada Olimpiade 2028.
Sehari setelah pernyataan Infantino, Coventry dalam pidato pembukaan Kongres IOC ke-145 di Milan, Italia, menyatakan keinginannya agar Rusia kembali diikutsertakan dalam sepak bola internasional.
Baca juga: Resolusi Perdamaian Olimpiade untuk Milano Cortina 2026 disetujui PBB
Dia menegaskan prinsip bahwa olahraga harus menjadi ruang netral dan seluruh atlet seharusnya dapat berkompetisi tanpa terhambat oleh tindakan pemerintah negara asal mereka.
Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, kata dia, prinsip netralitas olahraga justru menjadi semakin penting agar Olimpiade tetap menjadi ajang inspirasi dan persatuan global.
Meski tidak menyebut Rusia secara langsung, pernyataan Coventry secara luas dipahami merujuk pada pengucilan Rusia dari ajang olahraga internasional sejak invasinya ke Ukraina pada 2022.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh anggota IOC asal Rusia Shamil Tarpischev yang menyebut hubungan antara Rusia dan IOC telah mengalami perbaikan signifikan.
"Dalam pidato itu ditekankan bahwa unsur politik seharusnya tidak memainkan peran. Olahraga adalah tentang inspirasi dan masa depan. Sejauh ini, prosesnya berjalan dengan baik dan terhormat, meskipun masih banyak diskusi yang harus dilakukan," katanya.
Tarpischev juga menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Infantino, seraya menyebut komunikasi dengan pimpinan FIFA tetap terjalin.
Baca juga: AIMS: Pencak silat masih punya PR besar menuju pengakuan IOC


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493181/original/023930700_1770196807-1000851284.jpg)

