EtIndonesia. Perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard Tech, mengatakan pada hari Selasa bahwa sebuah kapal tanker berbendera AS didekati dan dihadang oleh kapal perang Iran di Selat Hormuz sebelum melanjutkan perjalanannya.
Kapal Stena Imperative didekati oleh tiga pasang kapal kecil bersenjata milik Garda Revolusi saat melintasi selat tersebut sekitar 30 kilometer di utara Oman, kata perusahaan itu.
Kapal-kapal perang tersebut menghubungi kapal melalui radio, memerintahkan kapten “untuk mematikan mesin dan bersiap untuk dinaiki”, tetapi kapal tersebut malah menambah kecepatan dan mempertahankan haluannya, tambah perusahaan itu, menekankan bahwa kapal tersebut tidak memasuki perairan teritorial Iran.
“Kapal tersebut sekarang dikawal oleh kapal perang AS,” kata Vanguard Tech.
Sebelumnya, badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, melaporkan insiden tersebut tanpa menyebutkan kewarganegaraan kapal atau kapal-kapal yang mendekatinya.
Kantor berita Iran, Fars, mengatakan sebuah kapal, yang kewarganegaraannya tidak disebutkan, telah memasuki perairan teritorial negara itu di Selat Hormuz secara ilegal, dan pada saat itu unit-unit Iran “meminta” kapal tersebut untuk menunjukkan izin yang diperlukan.
“Kapal tersebut tidak memiliki izin resmi untuk berada di perairan ini,” kata Fars. “Oleh karena itu, kapal tersebut diperingatkan dan segera meninggalkan perairan Iran.”
Selat tersebut, jalur penting untuk transportasi minyak dan gas alam cair global, telah menjadi lokasi beberapa insiden di masa lalu.
Seorang pejabat senior Iran dari angkatan laut Garda Revolusi, tentara ideologis Republik Islam, pekan lalu mengancam akan memblokir jalur tersebut jika terjadi serangan AS. (yn)


