jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyinggung sisi subjektif ketika eks Sekjen Yayasan Jantung Indonesia itu diberi nilai 50 dari 100 oleh seorang anggota Komisi VII DPR RI.
Hal demikian dikatakan Widiyanti setelah menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).
BACA JUGA: Menpar Widiyanti Dapat Nilai 50 dari Yoyok
"Mungkin satu dari semua itu memberi nilai 50. Jadi, mungkin ada hal-hal yang subjektif, lah," kata Widiyanti menjawab awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan beberapa legislator di Senayan sebenarnya ada juga yang menyampaikan apresiasi terhadap kinerja wanita kelahiran Singapura itu.
BACA JUGA: Buka Suara soal Wisata Bali Sepi, Menpar Widiyanti: Ada Penurunan Sedikit
"Ini subjektif ya. Jadi, banyak yang mengapresiasi," kata dia.
Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo memberi nilai 50 dari 100 bagi Widiyanti atas kinerja Menpar selama di kabinet era Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Apresiasi ISS 2025, Menpar Bersinergi dengan Kemenpora Jadikan Sport Tourism Kekuatan Global Indonesia
Hal demikian dikatakan Yoyok saat rapat kerja dengan Widiyanti di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
"Saya sampaikan, Bu, kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua, kan, 100, saya menilai Ibu masih 50," kata Yoyok dalam rapat, Rabu.
Yoyok kemudian menyoroti tiket pesawat yang mahal di Indinesia, sehingga sulit menunjang naiknya angka wisatawan.
Menurut legislator NasDem itu, Widiyanti yang berada di kabinet bisa berkomunikasi ke lintas sektor agar tiket pesawat turun.
"Faktanya tiket sekarang mahal bangetlah dan tidak bisa digunakan untuk menunjang pariwisata. Itu fakta, Bu," kata Yoyok.
Dia kemudian menyoroti pula infrastruktur menuju lokasi liburan yang masih banyak yang rusak, sehingga tak bisa menggenjot angka wisatawan.
Termasuk, kata Yoyok, infrastruktur tempat wisata seperti toilet masih banyak yang kurang dan perlu diperbaiki.
"Fasilitas penunjang ini malah hancur-hancuran, bu, terutama WC dan lain sebagainya," kata dia.
Yoyok melanjutkan masalah keamanan tempat plesiran juga masih dipertanyakan. Terutama setelah muncul kasus kecelakaan saat berada di tempat wisata.
"Ini yang penting lagi ini, bu, masalah keamanan. Ini masalah keamanan seharusnya ibu juga bisa, dong, kolaborasi dengan polisi," kata dia. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Terungkap yang Melaporkan Sudewo kepada KPK
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan




