jpnn.com, JAKARTA - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan ormas Islam, ulama, dan pimpinan pondok pesantren di Istana Kepresidenan, Jakarta disebut bertujuan untuk menyerap masukan dari berbagai elemen umat Islam.
Hal itu termasuk terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
BACA JUGA: Seskab Teddy Bantah Perjalanan Luar Negeri Presiden Prabowo Pakai 2 Pesawat
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda rutin Presiden Prabowo yang telah beberapa kali dilakukan sebelumnya.
“Diskusi dengan tokoh-tokoh ormas, tokoh-tokoh muslim dan tokoh-tokoh pondok pesantren. Ini adalah pertemuan yang sebenarnya rutin, beberapa waktu yang lalu juga pernah dilakukan oleh Bapak Presiden,” ucap Prasetyo Hadi, dikutip Rabu (4/2).
BACA JUGA: Begini Strategi Gubernur Ahmad Luthfi untuk Sukseskan Program Prioritas Presiden
Menurut dia, pertemuan kali ini merupakan lanjutan dari dialog-dialog sebelumnya yang dilakukan Prabowo, baik secara terbuka maupun tertutup, sebagai bagian dari komunikasi berkelanjutan dengan berbagai elemen masyarakat.
“Presiden selalu menjadikan forum-forum diskusi sebagai media untuk mendapatkan masukan masukan dari para tokoh-tokoh,” kata dia.
BACA JUGA: GMNI Dukung Rekomendasi Komisi III Soal Polri Tetap di Bawah Presiden
Politikus Partai Gerindra itu bilang bahwa Prabowo secara konsisten membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.
Terkait adanya perbedaan pandangan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, Prasetyo menilai hal tersebut bukan merupakan bentuk penolakan, melainkan akibat belum tersampaikannya informasi secara menyeluruh.
“Keputusan pemerintah termasuk disitu kan ada poin-poin apa namanya yang diatur di dalam Board of peace yang itu juga menjadikan perkembangan yang barangkali ini belum tersampaikan secara utuh,” jelasnya. (mcr4/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




