Jembatan di ruas jalan Saketi-Labuan, tepatnya di Desa Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang rusak akibat longsor. Longsor diduga disebabkan karena intensitas curah hujan tinggi.
"Jembatan yang amblas akibat curah hujan yang tinggi mengakibatkan material tanah longsor," kata anggota Polsek Menes, IPDA Ade Kuswanto, Rabu (4/2/2026).
Ade mengatakan di lokasi polisi menerapkan sistem buka tutup jalan. Ia mengatakan untuk saat ini, kendaraan besar tidak bisa melewati ruas tersebut.
"Sementara untuk saat ini hanya bisa dilalui untuk kendaraan kecil, adapun untuk tronton yang bermuatan besar sementara silakan gunakan jalur alternatif lain, bisa melalui Anyer atau Cilegon," tambahnya.
PPK 1.3 Balai pelaksanaan jalan nasional (BPJN) Banten, Bagus Permana, mengatakan telah menangani jembatan tersebut sebelum longsor meluas. Ia mengatakan jembatan tersebut akan diganti dengan box culvert baru untuk memperkuat pondasi jembatan.
"Untuk pembongkaran boks yang lama kita membutuhkan pabrikasi boks baru, pabrikasi boks baru selesai minggu ini, makanya kita baru mulai bergerak melakukan penanganan perbaikan longsoran," katanya.
Bagus menargetkan penanganan jembatan itu selesai sebelum bulan Ramadan. Untuk saat ini, kendaraan besar tidak bisa melewati ruas tersebut.
"Insyaallah sebelum puasa boks itu sudah tuntas terpasang, sudah bisa dilalui dengan baik," katanya.
Bagus melanjutkan pihaknya saat ini terus melakukan penanganan jalan milik pemerintah pusat, yang ada di Provinsi Banten secara berkala. Ia memastikan sebelum lebaran ruas jalan akan layak untuk dilalui pemudik.
"Kita bisa memastikan, bisa mengamankan kondisi jalan tetap baik, dengan penutupan lobang, pembersihan rumput di bahu jalan, agar kondisi jalan tetap mantap," ucapnya.
(jbr/jbr)





