Kementerian Agama Kota Yogyakarta mencatat terdapat 580 masjid dan 513 musala yang terdaftar dan aktif di wilayah Kota Yogya, dan hampir seluruhnya menyediakan takjil gratis selama Ramadan.
“Hampir seluruh masjid dan musala di Jogja menyediakan takjil gratis. Ini bagian dari budaya masyarakat dalam menyambut Ramadhan dan mengimplementasikan nilai sedekah,” kata Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, kepada Pandangan Jogja, Rabu (4/3).
Ahmad menyebut, penyediaan takjil gratis telah menjadi budaya masyarakat dalam menyambut Ramadan sekaligus wujud pengamalan nilai sedekah di bulan suci.
Pengelola masjid dan musala biasanya telah menyusun jadwal donatur yang akan menyediakan takjil, baik untuk masyarakat umum maupun jamaah di lingkungan sekitar.
“Masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk meraih keutamaan Ramadhan melalui sedekah,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ahmad mengimbau masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan kegiatan positif serta menjaga sikap saling menghormati di tengah perbedaan praktik ibadah.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan melakukan hal-hal positif. Jika ada perbedaan penentuan awal Ramadhan, Idulfitri, atau tata cara ibadah, itu bukan sesuatu yang perlu dipertentangkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, perbedaan dalam praktik ibadah, termasuk perbedaan jumlah rakaat salat tarawih, merupakan rahmat dan memiliki dasar masing-masing.
“Yang perlu dikedepankan adalah sikap saling menghormati, menghargai, dan toleransi. Yang terpenting adalah bagaimana kita memuliakan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan memperlakukan bulan yang istimewa ini secara istimewa pula,” pungkasnya.




