Bisnis.com, JAKARTA — PT Hino Finance Indonesia melanjutkan penggalangan dana melalui pasar modal dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Hino Finance Indonesia Tahap II Tahun 2026 senilai Rp800 miliar. Penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I dengan target dana yang dihimpun mencapai Rp3 triliun.
Manajemen Hino Finance Indonesia menyampaikan bahwa obligasi tersebut terbagi ke dalam tiga seri, yakni Seri A, Seri B, dan Seri C, yang seluruhnya ditawarkan sebesar 100% dari jumlah pokok obligasi dan diterbitkan tanpa warkat.
“Obligasi terdiri dari 3 , yaitu Obligasi Seri A, Obligasi Seri B, dan Obligasi Seri C, yang masing-masing ditawarkan sebesar 100 dari jumlah Pokok Obligasi. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama KSEI” tulis manajemen Hino Finance Indonesia dalam keterbukaan informasi, Rabu (4/2/2026).
Lebih lanjut, perseroan menjelaskan Seri A memiliki nilai sebesar Rp313 miliar dengan tenor 370 hari kalender dan tingkat bunga tetap 4,75% per tahun. Sementara itu, Seri B ditawarkan senilai Rp255 miliar dengan tenor tiga tahun dan bunga tetap 5,75% per tahun, serta Seri C senilai Rp232 miliar dengan tenor lima tahun dan tingkat bunga tetap 6,15% per tahun.
Bunga obligasi akan dibayarkan secara triwulanan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 11 Mei 2026, sedangkan pelunasan pokok obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo masing-masing seri. Adapun jatuh tempo obligasi ditetapkan pada 21 Februari 2027 untuk Seri A, 11 Februari 2029 untuk Seri B, dan 11 Februari 2031 untuk Seri C.
Perseroan menegaskan obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik bergerak maupun tidak bergerak, sesuai ketentuan Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Hak pemegang obligasi bersifat pari passu tanpa hak preferen dengan kreditur lainnya.
Baca Juga
- Bank Panin (PNBN) Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp2,71 Triliun, Kupon hingga 6,15%
- OJK: Nilai Outstanding Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan Korporasi Capai Rp54,94 Triliun
- Kejatuhan Pasar Saham Picu Net Sell Asing di Obligasi RI Rp3,3 Triliun Lebih
Dalam penerbitan obligasi ini, Hino Finance Indonesia juga telah memperoleh peringkat AA+(idn) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk surat utang jangka panjang.
Terkait penggunaan dana, sebagian besar dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk memenuhi kewajiban utang yang jatuh tempo. Dari total dana yang dihimpun, sekitar Rp410,94 miliar digunakan untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Hino Finance Indonesia Tahap I Tahun 2025 Seri A, sementara sisa dana dimanfaatkan sebagai modal kerja perseroan guna mendukung kegiatan usaha di bidang jasa pembiayaan.
Dalam aksi korporasi ini, Hino Finance menunjuk PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat.
Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Februari 2026, dengan tanggal penjatahan pada 9 Februari 2026, distribusi obligasi secara elektronik pada 11 Februari 2026, serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Februari 2026. Perseroan menargetkan perolehan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Maret 2025.
Dari sisi kinerja keuangan, Hino Finance Indonesia mencatat total aset sebesar Rp6,59 triliun per 30 Juni 2025, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp5,84 triliun. Total liabilitas tercatat Rp5,12 triliun, sementara pendapatan mencapai Rp314,13 miliar, naik dari Rp277,68 miliar pada akhir 2024.
Namun demikian, laba tahun berjalan per Juni 2025 tercatat Rp36,74 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan laba akhir 2024 yang sebesar Rp41,41 miliar.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3035969/original/003788300_1580301093-PSS_Sleman.jpg)


