15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan

theasianparent.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pembelajaran anak TK idealnya mencakup aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional, motorik, dan moral agar anak siap ke jenjang SD tanpa kehilangan momen bermain dan eksplorasi.

Berikut contoh materi dan kegiatan yang bisa jadi rujukan orang tua maupun guru. Gulir sampai habis, ya, Parents!

Artikel Terkait: 10 Tips Sederhana Mengajarkan Anak TK Menulis, Parents Wajib Tahu Apa Saja Pembelajaran yang Diajarkan untuk Anak TK? 1. Pengenalan Huruf dan Suara Huruf

Di TK, anak mulai dikenalkan pada huruf dan bunyi huruf secara bertahap, misalnya melalui lagu alfabet, kartu huruf, atau permainan mencocokkan gambar dengan huruf awal kata.

Fokusnya bukan langsung membaca kalimat, tetapi membangun kesadaran fonemik (mengenali bunyi awal kata) dan membuat anak akrab dengan bentuk huruf.

Kegiatan bisa berupa bermain tebak bunyi awal kata, menempel huruf di benda-benda sekitar rumah/kelas, atau menelusuri huruf dengan jari di pasir, tepung, atau plastisin.

Pendekatan multisensori seperti ini membantu anak mengingat huruf lebih mudah karena melibatkan penglihatan, pendengaran, dan gerak tubuh sekaligus.

2. Pengenalan Angka dan Konsep Bilangan

Pembelajaran anak TK juga mencakup pengenalan angka 1–10 (atau lebih) dan konsep jumlah, bukan sekadar menghafal urutan angka.

Anak diajak menghitung benda konkret, misalnya kancing, balok, atau mainan kecil sehingga mereka paham bahwa angka mewakili banyaknya suatu benda.

Guru dan orang tua bisa mengajak anak berhitung saat kegiatan sehari-hari, seperti menghitung langkah, buah di piring, atau jumlah teman di kelas. Permainan kartu angka, dadu, dan papan permainan sederhana juga efektif untuk melatih konsep berhitung secara menyenangkan.

3. Konsep Bentuk, Warna, dan Ukuran

Anak TK belajar mengenal bentuk dasar (lingkaran, segitiga, persegi), warna pokok, serta ukuran seperti besar-kecil, panjang-pendek, tinggi-rendah.

Konsep ini menjadi dasar kemampuan matematika dan sains di tahap berikutnya.

Aktivitas bisa berupa menyortir benda berdasarkan warna, mencocokkan bentuk dengan lubang yang sesuai, atau mengelompokkan benda dari yang paling besar ke paling kecil.

Kegiatan seni seperti mewarnai, melukis, atau kolase juga membantu anak menguatkan pemahaman tentang bentuk dan warna.

4. Bahasa dan Komunikasi (Berbicara dan Menyimak)

Di usia TK, anak perlu banyak stimulus untuk bercerita, bertanya, dan mengungkapkan perasaan.

Guru biasanya sering membacakan buku cerita, dongeng, atau mengajak diskusi sederhana tentang pengalaman anak sehari-hari.

Anak juga dilatih mendengarkan instruksi sederhana, menunggu giliran bicara, serta menjawab pertanyaan tentang cerita yang didengar.

Kegiatan seperti bermain peran, bercerita di depan kelas, atau berdialog dengan boneka membantu anak percaya diri berkomunikasi.

5. Pra-membaca (Keaksaraan Awal)

Sebelum bisa membaca lancar, anak melewati tahap pra-membaca, seperti mengenali simbol, tanda, dan gambar di lingkungan sekitar.

Poster alfabet, label nama di loker, atau tulisan sederhana di sudut kelas membantu anak terbiasa dengan teks.

Kegiatan seperti menebak gambar dari sampul buku, mencari huruf tertentu di poster, atau “membaca” gambar secara lisan melatih hubungan antara gambar dan cerita.

Tujuannya membangun minat baca dan pengalaman menyenangkan dengan buku, bukan memaksa anak cepat menguasai bacaan sulit.

6. Motorik Kasar (Gerak Tubuh Besar)

Pembelajaran anak TK banyak melibatkan aktivitas fisik, seperti berlari, melompat, memanjat, melempar, dan menangkap bola.

Gerakan ini penting untuk kesehatan fisik, koordinasi tubuh, dan kepercayaan diri anak saat beraktivitas.

Kegiatan bisa berupa senam pagi, permainan estafet, lompat tali, atau bermain di arena outdoor.

Selain menyenangkan, aktivitas ini melatih kemampuan anak mengikuti aturan permainan dan bekerja sama dengan teman.

7. Motorik Halus (Kelenturan Jari dan Tangan)

Motorik halus berhubungan dengan kemampuan menggunakan jari dan tangan untuk aktivitas terarah, seperti memegang pensil, menggunting, menempel, atau menyusun balok kecil.

Keterampilan ini menjadi dasar saat anak mulai menulis dan melakukan aktivitas mandiri seperti mengancing baju.

Contoh kegiatan: meronce, melipat kertas, mengelompokkan benda kecil dengan pinset, atau menebalkan garis dan pola. Latihan rutin yang menyenangkan membantu otot jari anak lebih kuat dan koordinasi tangan-mata semakin baik.

8. Kemandirian dan Life Skill Sederhana

Materi pembelajaran anak TK juga mencakup kemandirian, misalnya memakai sepatu sendiri, merapikan mainan, cuci tangan, atau makan tanpa disuapi.

Anak belajar bertanggung jawab atas barang-barang miliknya dan memahami rutinitas harian di sekolah.

Guru biasanya membuat jadwal piket sederhana, seperti merapikan meja, membagi alat tulis, atau membantu membagikan makanan.

Di rumah, orang tua bisa melanjutkan dengan tugas ringan, seperti menaruh piring kotor di tempatnya atau menata mainan setelah bermain.

9. Sosial-emosional (Berbagi, Bergiliran, Empati)

Di TK, anak belajar hidup bersama teman sebaya: berbagi mainan, menunggu giliran, menyelesaikan konflik kecil, dan mengelola emosi.

Ini penting untuk membangun kemampuan bersosialisasi dan empati.

Guru sering menggunakan permainan kelompok, diskusi sederhana tentang perasaan (“hari ini kamu senang atau sedih?”), dan role play untuk melatih anak memahami emosi diri dan orang lain.

Anak juga dilatih menyampaikan keinginan dengan cara yang sopan, bukan dengan menangis atau memukul.

Artikel Terkait: 8 Contoh Sikap Empati untuk Diajarkan pada Anak, Dimulai dari Orang Tua 10. Nilai Moral dan Agama (Disesuaikan Sekolah)

Banyak TK mengenalkan nilai moral dan agama sesuai keyakinan keluarga dan kurikulum sekolah. Misalnya, sopan santun, jujur, menghormati orang lain, dan doa-doa pendek.

Anak diperkenalkan konsep sederhana tentang perbuatan baik dan tidak baik melalui cerita, lagu, dan teladan guru.

Kegiatan bisa berupa berdoa bersama sebelum dan sesudah belajar, mengucap salam, atau berbagi dengan teman yang membutuhkan.

Pendekatan yang lembut dan konsisten membantu anak mengaitkan nilai moral dengan kegiatan sehari-hari, bukan sekadar hafalan.

11. Sains dan Eksplorasi Alam Sekitar

Materi sains di TK sangat sederhana, fokus pada pengenalan lingkungan: hewan, tumbuhan, cuaca, air, tanah, dan perubahan yang bisa mereka amati.

Anak diajak bereksperimen ringan, seperti mencampur warna, mengamati tanaman tumbuh, atau bermain air.

Kegiatan jalan-jalan di sekitar sekolah untuk mengamati langit, awan, atau serangga juga termasuk pembelajaran Sains.

Dengan cara ini, rasa ingin tahu anak terjaga dan mereka belajar mengamati serta bertanya tentang dunia di sekelilingnya.

12. Seni dan Kreativitas

Seni adalah bagian penting dari pembelajaran anak TK karena membantu mereka mengekspresikan diri.

Anak diajak menggambar, melukis, mewarnai, membuat kolase, bermain plastisin, hingga membuat prakarya sederhana.

Kegiatan seni tidak menuntut hasil “rapi”, melainkan memberi ruang bagi anak untuk berkreasi dan mencoba berbagai bahan.

Dari sini, anak belajar memecahkan masalah, mengambil keputusan (memilih warna, bentuk), dan menikmati proses berkarya.

13. Musik, Lagu, dan Gerak

Anak TK biasanya sangat dekat dengan musik, lagu anak, dan gerak tubuh.

Lagu digunakan untuk menghafal konsep (misalnya lagu angka, huruf, atau bagian tubuh) sekaligus menyalurkan energi anak.

Kegiatan bisa berupa bernyanyi bersama, tepuk-tepuk ritmis, bermain alat musik sederhana, atau menari mengikuti irama.

Musik membantu perkembangan bahasa, emosi, dan motorik secara bersamaan.

Artikel Terkait: 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik! 14. Permainan Peran dan Imajinasi

Bermain peran (role play) seperti pura-pura jadi dokter, kasir, guru, atau orang tua merupakan bagian penting pembelajaran anak TK.

Anak belajar memahami peran sosial, bernegosiasi, serta menyusun alur cerita sederhana.

Area sudut bermain di kelas biasanya diisi kostum, alat masak mainan, kasir-kasiran, atau set dokter-dokteran.

Di sini, anak bebas berimajinasi sambil melatih kemampuan bahasa dan sosial secara alami.

15. Pengenalan Teknologi Sederhana (Secara Terbatas dan Terarah)

Dalam kurikulum PAUD, anak juga mulai dikenalkan teknologi sederhana seperti peralatan rumah tangga, alat komunikasi, atau media digital dengan pendampingan.

Tujuannya agar anak mengenali fungsi, bukan menghabiskan waktu berlebihan di depan layar.

Contohnya, anak diajak melihat cara kerja kipas angin, blender, atau telepon, serta diajarkan aturan keselamatan seperti tidak menyentuh stop kontak.

Bila menggunakan gawai, sebaiknya hanya untuk menonton tayangan edukatif singkat atau permainan interaktif yang sesuai usia, dengan batas waktu jelas.

Artikel Terkait: Pertanyaan untuk Anak PAUD yang Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya Kegiatan Anak TK Apa Saja?

Kegiatan anak TK sehari-hari umumnya adalah menggabungkan rutinitas (doa dan makan bersama) dengan beragam aktivitas bermain terstruktur dan bebas.

Jadwal dibuat bervariasi agar anak tidak mudah bosan, tetapi tetap memiliki pola yang bisa mereka prediksi sehingga merasa aman.

Dalam satu hari, anak dapat mengikuti kegiatan fisik, belajar di meja, bermain sudut, sesi cerita, hingga waktu istirahat.

Semua kegiatan dirancang dengan durasi pendek sesuai rentang konsentrasi anak usia dini, serta diselingi transisi yang halus seperti bernyanyi atau permainan ringan.

Cara Cepat Belajar Membaca Anak TK?

Cara cepat belajar membaca anak TK bukan berarti memaksa anak menguasai bacaan di luar tahapan usianya, melainkan memilih metode yang efektif, menyenangkan, dan sesuai kesiapan.

Anak yang merasa tertekan justru cenderung menolak aktivitas membaca, sehingga prosesnya makin lambat.

Pendekatan yang disarankan adalah membangun fondasi dulu: minat pada buku, kesadaran huruf dan bunyi, serta kebiasaan membaca bersama orang tua.

Dengan fondasi kuat dan latihan singkat namun rutin, kemampuan membaca akan berkembang lebih alami.

***

Biba Anak. (2024, 12 Februari). Bermain sambil belajar: Cara efektif di TK untuk anak. Diakses 4 Februari 2026, dari https://biba-anak.com/bermain-sambil-belajar-di-tk/​

Binus School Semarang. (2023, 25 Juli). Ragam materi pembelajaran PAUD yang bakal diterima anak di sekolah, ini daftarnya. Diakses 4 Februari 2026, dari https://semarang.binus.sch.id/2023/07/26/ragam-materi-pembelajaran-paud-yang-bakal-diterima-anak-di-sekolah-ini-daftarnya/​

Cherish Academy. (t.t.). Belajar sambil bermain TK fondasi pertumbuhan anak. Diakses 4 Februari 2026, dari https://cherishacademy.sch.id/id/belajar-sambil-bermain-tk-fondasi-pertumbuhan-anak​

Hellosehat. (2025, 15 Juli). 10 cara belajar membaca untuk anak TK, efektif dan seru. Diakses 4 Februari 2026, dari https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/perkembangan-balita/belajar-membaca-tk/​

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (t.t.). Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Diakses 4 Februari 2026, dari https://dosen.ikipsiliwangi.ac.id/wp-content/uploads/sites/6/2019/01/KURIKULUM-PAUD.pdf​

Kelanakids. (2024, 4 September). 13 cara efektif belajar membaca untuk anak TK dan PAUD. Diakses 4 Februari 2026, dari https://kelanakids.com/cara-efektif-belajar-membaca-untuk-anak-tk-paud/​

Times Indonesia. (2025, 19 Juli). 10 cara efektif belajar membaca untuk anak TK, seru dan mudah dipahami. Diakses 4 Februari 2026, dari https://timesindonesia.co.id/gaya-hidup/547152/10-cara-efektif-belajar-membaca-untuk-anak-tk-seru-dan-mudah-dipahami​

Twinkl Indonesia. (2025, 16 Desember). Paket materi pembelajaran TK & PAUD gratis. Diakses 4 Februari 2026, dari https://www.twinkl.com/resource/paket-bahan-ajar-gratis-anak-usia-dini-indonesia-id-ll-1663569586​

UIN K.H. Achmad Siddiq Jember. (t.t.). Kurikulum dan bahan ajar PAUD (PDF). Diakses 4 Februari 2026, dari https://digilib.uinkhas.ac.id/467/1/BUKU%20Pengembangan%20Kurikulum%20dan%20Bahan%20Ajar%20PAUD.pdf

 

7 Tips Latihan Menulis untuk Anak yang Bisa Diajarkan Orang Tua

10 Cara Seru Latihan Membaca untuk Anak TK, Yuk Praktikkan!

16 Dongeng Singkat untuk Anak yang Mendidik dan Berpesan Moral Bagus


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Ribka Tegaskan Kemendagri Dukung Digitalisasi Penyaluran Bansos
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Iseng di Kelas Berujung Evakuasi Dramatis: Damkar Selamatkan Jari Siswi SMP di Jakarta Pusat
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Gubernur Sulsel Beberkan Progres MYC Paket 4 Ruas Jalan Impa–Impa Anabanua Wajo Capai 90 Persen
• 6 jam laluterkini.id
thumb
Bareskrim Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Saham Gorengan
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.