Pemerintah menargetkan proses merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor karya rampung pada semester II 2026.
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, mengatakan merger baru akan dilakukan setelah seluruh BUMN karya yang terlibat berada dalam kondisi sehat secara fundamental.
"Ini kan kemarin kita sudah lakukan proses pembetulan buku-bukunya ya. Kita udah lakukan impairment, setelah impairment kita lakukan restrukturisasi perusahaannya. Habis restrukturisasi, setelah sehat semua baru kita lakukan konsolidasi tahapannya," ujar Dony ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (4/2).
Menurut dia, proses tersebut ditargetkan selesai tahun ini, sehingga pelaksanaan merger secara efektif kemungkinan besar dilakukan pada paruh kedua tahun depan.
“Dan kita harapkan tahun ini harus selesai Jadi kemungkinan besar nanti akan kita lakukan di semester ke-2,” katanya.
Dony menjelaskan, sepanjang tahun lalu pemerintah memfokuskan diri pada tahap awal berupa pembersihan laporan keuangan (clean-up), termasuk penyesuaian nilai aset dan pembenahan pembukuan perusahaan-perusahaan BUMN karya.
Setelah proses restrukturisasi bisnis dan penurunan beban utang selesai, BUMN karya akan masuk ke fase berikutnya, yakni konsolidasi usaha melalui skema merger.
"Setelah itu baru masuk ke fase berikutnya Itu fase untuk melakukan konsolidasi daripada bisnisnya melalui merger gitu ya," tutur Dony.
Adapun perusahaan yang masuk dalam rencana merger BUMN karya antara lain PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), serta PT Nindya Karya (Persero).




