DEPOK, KOMPAS.com - Warga Depok berinisial A (38) yang mengalami asam lambung hingga pucat tidak berobat karena Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dinonaktifkan.
Hal itu diungkapkan saudaranya bernama Nurhasanah, yang memperkirakan A mengeluh kesakitan di perutnya hingga kesulitan bergerak bahkan saat berbaring di tempat tidur.
"Sudah seminggu lebih di rumah karena merasakan perut sakit, tidak bisa menghadap ke kiri atau kanan," ucap Nurhasanah kepada Kompas.com, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan, Warga Terpaksa Obati Anak Diare dengan Obat Warung
A sempat mencoba periksa ke dokter dan didiagnosa sakit lambung.
Namun gejala sakit itu masih terasa maka ia berobat ke rumah sakit untuk proses USG dan menemukan adanya indikasi luka di hati.
Setelah berobat, A tetap merasakan sakit sehingga memutuskan kembali berobat pada Senin (2/2/2026).
"Dua hari lalu balik lagi ke rumah sakit dan disuruh dirawat, tapi pas dicek ternyata BPJS-nya mati. Ya akhirnya pulang, tidak jadi dirawat," ujarnya.
Berdasarkan riwayat penyakit, A pernah menjalani operasi kanker payudara dan pengangkatan rahim.
Setelahnya, ia rutin melakukan kontrol ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan setiap bulannya.
Bahkan, A juga turut menjalani terapi dan kemoterapi setelah tindakan operasi yang dialaminya beberapa tahun lalu.
Oleh karena itu, Nurhasanah merasa prihatin dan tak tega atas kondisi saudaranya yang kesehatannya terus menurun.
Baca juga: Anak di Depok Tak Bisa Terapi Bicara Saat BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan
Hari ini, A akhirnya diberikan infus di rumah selagi menunggu tindak lanjut status PBI BPJS yang sedang diurus pihak keluarga ke kantor kelurahan.
"Saudara saya yang bantu mengurus BPJS karena belum selesai. Mudah-mudahan besok selesai jadi besok bisa dirawat,"
"Soal kanker kurang paham tapi khawatir itu menyebar ke bagian tubuhnya yang lagi sakit sekarang, meski sudah operasi," kata dia.
Kompas.com telah mencoba meminta tanggapan pihak BPJS Kesehatan Depok di kantornya dan menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Depok Devi Maryori, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang