FAJAR, MAKASSAR — Dua nama anyar PSM Makassar, Dusan Lagator dan Sheriddin Boboev, belum terlihat dalam sesi latihan resmi Juku Eja. Namun, pelatih PSM Tomas Trucha sudah lebih dulu memberi gambaran jelas: keduanya disiapkan untuk menjalankan tugas krusial dalam upaya menyeimbangkan tim yang tengah terpuruk.
Dalam sesi konferensi pers jelang laga di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (1/2/2026), Trucha mengungkapkan bahwa PSM masih mengincar tambahan pemain pada bursa transfer paruh musim. Ia menyebut setidaknya ada dua sosok yang dibutuhkan untuk melengkapi komposisi skuad.
“Luka (Cumic) adalah salah satu pemain yang kami datangkan. Saya percaya kami masih berusaha mendatangkan dua pemain lagi,” ujar pelatih asal Ceko itu.
Meski tidak menyebut nama secara eksplisit, pernyataan tersebut mengarah kuat pada Dusan Lagator dan Sheriddin Boboev, dua pemain yang sudah lebih dulu dikontrak manajemen namun tertahan akibat sanksi FIFA.
Penyeimbang Skuad Pasukan Ramang
Tomas Trucha menegaskan, tambahan pemain yang dicari bukan sekadar pelapis, melainkan sosok yang mampu menghadirkan keseimbangan permainan. Ia mengakui ada beberapa posisi yang minim opsi dan membutuhkan solusi instan.
“Seperti yang Anda sebutkan, kami mencari keseimbangan dalam tim. Dengan mendatangkan pemain-pemain baru yang bisa menyeimbangkan skuad,” katanya.
Dalam konteks ini, Lagator dan Boboev dinilai pas dengan kebutuhan tim. Lagator, pemain bertahan, diproyeksikan memperkuat sektor defensif. Sementara Boboev disiapkan sebagai opsi serbaguna di lini depan—bisa bermain sebagai penyerang, winger, maupun gelandang serang.
Kebutuhan Spesifik Tomas Trucha
Tomas secara gamblang membeberkan kriteria pemain yang dibutuhkan. Untuk sektor belakang, ia menginginkan pemain bertahan berkaki kanan yang fleksibel.
“Kami sedang mencoba mendatangkan pemain bertahan berkaki kanan yang bisa bermain di kedua sisi, dan juga bisa digunakan sebagai gelandang bertahan,” jelasnya.
Selain itu, PSM juga masih mencari sosok penyerang untuk mengisi kekosongan setelah kepergian Lucas Dias. Trucha mengakui daya gedor timnya belum cukup tajam.
“Sejak Lucas pergi, kami harus mencari pemain bertipikal menyerang. Bisa dimainkan di sayap, di tengah sebagai gelandang serang, atau bahkan striker,” ungkapnya.
Bebas Sanksi FIFA, Jalan Terbuka
Kabar baik akhirnya datang bagi PSM Makassar. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu resmi bebas dari sanksi FIFA. Kepastian tersebut terpantau di laman resmi FIFA, Senin (2/2/2026) pukul 23.55 Wita, ketika nama PSM tidak lagi tercantum dalam daftar klub yang dikenai larangan transfer.
Dengan dicabutnya sanksi tersebut, manajemen Juku Eja kini bisa mendaftarkan Dusan Lagator dan Sheriddin Boboev yang sebelumnya tertahan secara administratif. Keduanya diharapkan menjadi pembeda di tengah situasi sulit yang tengah dihadapi tim.
Masalah Lama dan Tren Negatif
Sebelumnya, PSM kembali dijatuhi sanksi FIFA berupa larangan transfer selama tiga periode, efektif sejak 29 Januari 2026—bertepatan dengan perkenalan striker anyar Luka Cumic. Sanksi ini diduga kuat berkaitan dengan tunggakan gaji pemain, yang mengarah pada kasus Abu Kamara.
Penyerang asal Liberia tersebut belakangan menghilang dari aktivitas tim dan tak terlihat dalam latihan maupun pertandingan resmi. Hingga kini, status kontraknya belum menemui kejelasan. Tomas Trucha sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti perkembangan kasus tersebut.
Di atas lapangan, situasi PSM juga belum membaik. Hasil imbang tanpa gol melawan Semen Padang, Senin (2/2/2026), memperpanjang rekor tanpa kemenangan Juku Eja menjadi tujuh laga beruntun. Dalam periode itu, PSM hanya mengoleksi dua poin dari dua kali imbang dan lima kekalahan.
Masalah di 20 Meter Terakhir
Di luar persoalan non-teknis, Trucha menyoroti satu problem utama: efektivitas serangan.
“Masalah kami ada di 20 meter terakhir. Kualitas mencetak gol, operan terakhir, dan umpan silang,” tegasnya.
Rentetan hasil buruk juga dipengaruhi faktor lawan berat seperti Persib Bandung, Madura United, dan Borneo FC, ditambah badai cedera yang menimpa sejumlah pemain kunci seperti Savio dan Medina. Sementara Gledson belum sepenuhnya fit dan harus memulai laga dari bangku cadangan saat menghadapi Semen Padang.
Menanti Titik Balik
Kini, bebasnya PSM dari sanksi FIFA membuka peluang perubahan. Lagator dan Boboev diproyeksikan menjadi jawaban atas kebutuhan tim—keseimbangan di lini belakang dan ketajaman di lini depan.
Di tengah tekanan klasemen dan ancaman zona merah yang kian mendekat, PSM tak lagi punya banyak ruang untuk menunda.
Sanksi sudah berlalu. Masalah telah diurai.
Yang tersisa kini hanya satu tuntutan: menang.


