Penulis: M. Taufiqurrahman
TVRINews-Tanjung Pinang
Sebanyak 146 calon jemaah menjalani pembekalan intensif guna meningkatkan kesiapan fisik dan pemahaman syariat.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang secara resmi meluncurkan rangkaian bimbingan manasik bagi calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada tahun 2026 atau 1447 Hijriah. Program ini dirancang sebagai fondasi krusial untuk memastikan kesiapan total para tamu Allah sebelum menuju Tanah Suci.
Sebanyak 146 calon jemaah asal Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau ini akan mengikuti serangkaian pelatihan yang memadukan aspek teknis ibadah dan penguatan mental. Langkah awal ini diambil jauh hari guna memitigasi kendala di lapangan dan menjamin kekhusyukan ibadah.
Kepala Kantor Kemenag Tanjungpinang, Zikriyansyah, menjelaskan bahwa kurikulum manasik tahun ini dibagi menjadi dua level utama untuk memastikan efektivitas penyampaian materi. Pelatihan akan dilaksanakan sebanyak empat kali di tingkat kecamatan dan satu sesi besar di tingkat kota.
"Kegiatan manasik ini merupakan tahapan vital bagi jemaah untuk mempersiapkan aspek fisik, mental, hingga spiritual," ujar Zikriyansyah dalam keterangannya pada Rabu 4 februari 2026.
Ia menekankan bahwa pemahaman yang mendalam mengenai tata cara ibadah sesuai syariat Islam adalah kunci utama keberhasilan haji yang mabrur. "Kami berharap bimbingan ini mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah, sehingga jemaah dapat menjalankan setiap rukun dengan benar dan khusyuk," tambahnya.
Selain penguasaan rukun haji seperti tawaf, sa'i, dan wukuf di Arafah, para peserta juga mendapatkan pembekalan non-teknis yang tidak kalah penting. Mengingat tantangan di Arab Saudi yang dinamis, Kemenag menitikberatkan pada tiga pilar utama:
- Edukasi Kesehatan: Adaptasi fisik terhadap perbedaan iklim ekstrem.
- Kedisiplinan Regu: Manajemen waktu dan kepatuhan terhadap prosedur penerbangan serta akomodasi.
- Solidaritas Sosial: Membangun semangat kebersamaan antar jemaah selama perjalanan panjang.
Program ini diharapkan dapat membentuk karakter jemaah yang mandiri namun tetap kooperatif, mengingat tantangan logistik haji yang semakin kompleks setiap tahunnya. Dengan persiapan yang matang sejak awal Februari ini, para calon jemaah diharapkan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat jadwal keberangkatan tiba.
Editor: Redaktur TVRINews




