Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews- Jakarta
Keberhasilan perbaikan logistik pascabencana di Sumatra dan Aceh picu penurunan harga pangan.
Penurunan indeks harga di wilayah terdampak bencana alam di Indonesia dinilai sebagai indikator keberhasilan percepatan pemulihan infrastruktur nasional.
Data terbaru menunjukkan tren deflasi yang signifikan di wilayah-wilayah yang sebelumnya lumpuh akibat gangguan distribusi.
Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menyoroti bahwa normalisasi harga di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan hasil langsung dari efektivitas perbaikan jalur logistik.
Menurutnya, respons cepat pemerintah dalam memulihkan akses transportasi menjadi kunci utama ditekannya laju inflasi pascabencana.
"Lalu lintas barang yang kembali lancar menjelaskan mengapa angka inflasi di daerah tersebut turun drastis, bahkan hingga menyentuh zona deflasi," ujar Fithra dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Pemulihan Jalur Distribusi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Januari 2026, Sumatra Utara mencatatkan deflasi bulanan terdalam sebesar 1,15 persen, disusul Sumatra Barat 0,75 persen, dan Aceh 0,15 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pada Desember 2025, di mana gangguan akses menyebabkan lonjakan harga pangan (volatile food).
Pasca-banjir dan tanah longsor yang merusak infrastruktur vital, pemerintah diketahui mempercepat instalasi jembatan darurat serta perbaikan jalan nasional. Fithra menilai langkah teknis tersebut secara efektif mengurai hambatan pasokan yang sebelumnya memicu inflasi tinggi di akhir tahun lalu.
"Bukti nyata kehadiran pemerintah terlihat dari penurunan inflasi ini. Pembenahan sisi suplai terbukti mampu menstabilkan harga di tingkat masyarakat," tambah Fithra.
Dampak Bantuan Sosial
Selain faktor konektivitas, kebijakan bantuan langsung berupa bahan pokok juga dianggap berperan dalam menekan permintaan pasar. Intervensi ini membuat beban pengeluaran masyarakat terdampak berkurang, sehingga tekanan terhadap harga kebutuhan dasar di pasar domestik melandai.
Secara jurnalistik, fenomena ini menunjukkan bahwa manajemen krisis yang fokus pada sektor hulu yaitu infrastruktur distribusi memiliki dampak instan terhadap stabilitas ekonomi makro di tingkat regional.
Editor: Redaktur TVRINews





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5379446/original/076784500_1760346773-BL1_7772.jpg)