TANGERANG, KOMPAS.com – Presiden Prabowo Subianto berencana menggulirkan program gentengisasi, yakni penggantian atap rumah warga dari seng dan asbes menjadi genteng tanah liat.
Program ini digadang-gadang untuk meningkatkan kenyamanan hunian sekaligus kualitas lingkungan permukiman.
Untuk mendapat gambaran awal kebutuhan anggaran program tersebut, Kompas.com menelusuri estimasi biaya penggantian atap seng menjadi genteng di tingkat ritel bahan bangunan.
Baca juga: Respons Gentengisasi Prabowo, Industri Yakin Pabrik Genteng Baru Akan Menggeliat
Lukman (38), pekerja toko material di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, mengatakan harga genteng tanah liat—yang umum disebut genteng plentong—tergolong terjangkau.
"Kalau yang standar dia yang tanah liat. Plentong disebutnya. Paling Rp 2.500 sampai Rp 3.000 satuannya. Iya murah sebenernya," kata Lukman saat ditemui Kompas.com di tokonya, Rabu (4/2/2026).
Menurut Lukman, jumlah genteng yang dibutuhkan bergantung pada luas bidang atap rumah. Namun, secara umum, satu meter persegi atap memerlukan sekitar 25 hingga 30 buah genteng.
"Tergantung sih (luasnya), biasanya paling 25 atau 30. Hitung aja tuh berapa jadinya per meter," kata dia.
Jika menggunakan asumsi harga tertinggi Rp 3.000 per buah dengan kebutuhan 25 genteng per meter persegi, maka biaya pembelian genteng mencapai sekitar Rp 75.000 per meter persegi.
Dengan asumsi luas atap rumah sederhana berkisar 30–40 meter persegi, total biaya pembelian genteng diperkirakan berada di rentang Rp 2,25 juta hingga Rp 3 juta.
Namun, Lukman menekankan, komponen biaya terbesar dalam penggantian atap bukan terletak pada harga genteng, melainkan pada pekerjaan struktur dan pemasangan.
Baca juga: Prabowo Serukan Gentengisasi, Pramono Klaim Bangunan Jakarta Minim Pakai Seng
Ia menjelaskan, rumah yang sebelumnya menggunakan atap seng umumnya memiliki rangka yang lebih ringan dan tidak dirancang untuk menahan beban genteng tanah liat yang jauh lebih berat.
"Iya soalnya kan kalau seng dia kecil. Kalau pakai genteng dia berat, biasanya kalau temboknya (rangka) kurus, bahaya takut ambruk," jelas Lukman.
Karena itu, penggantian atap seng ke genteng harus dibarengi dengan penguatan rangka atap agar bangunan tetap aman.
Selain material penguat rangka, biaya jasa tukang juga menjadi komponen pengeluaran yang signifikan. Pasalnya, pekerjaan tidak hanya mencakup pemasangan genteng baru, tetapi juga pembongkaran atap lama dan penyesuaian struktur.
"Ya murah (gentengnya), tapi biasanya yang mahal tukangnya. Terus kan enggak dipasang genteng doang, banyak yang dikerjainnya di atas," ucapnya.




