Menteri Teuku Riefky: Ekonomi Kreatif Mesin Baru Pertumbuhan Nasional

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong peran aktif generasi muda dan komunitas dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Hal tersebut disampaikan Teuku Riefky saat pertemuan dengan Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, yang membahas peluang kolaborasi melalui pendekatan hexahelix berbasis komunitas.

Teuku Riefky menilai GEMPAR memiliki semangat yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif kami sebut sebagai The New Engine of Growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, yang dimulai dari daerah,” ujar Teuku Riefky, dikutip Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, banyak daerah yang sebelumnya bergantung pada sumber daya alam kini dapat bertransformasi dengan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia non-ekstraktif melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif.

Peran Komunitas dalam Rantai Nilai Ekraf

Ia menambahkan, keterlibatan komunitas menjadi elemen penting dalam membangun rantai nilai ekonomi kreatif, mulai dari peran asosiasi, pelaku usaha, hingga pengembangan kewirausahaan.

“Sekarang ekonomi kreatif ibarat tambang baru. Kalau dulu daerah melihat potensi tambang sumber daya alam, kini saatnya memetakan potensi ‘tambang’ ekonomi kreatif seperti musik, seni pertunjukan, dan subsektor lainnya,” jelasnya.

GEMPAR Dorong Peran Generasi Muda

GEMPAR merupakan organisasi pemuda lintas gereja Kristen dan Katolik yang tersebar di berbagai daerah. Organisasi ini memposisikan diri sebagai mitra kolaboratif pemerintah dalam penguatan kapasitas generasi muda, kewirausahaan, serta pengembangan sumber daya manusia ekonomi kreatif berbasis keberagaman wilayah dan komunitas.

Ketua Umum GEMPAR Yohanes HD Sirait menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk berkembang, sekaligus memanfaatkan bonus demografi.

“Ekonomi kreatif memberi ruang bagi anak muda untuk bertumbuh dan berkontribusi. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi justru bisa menjadi beban,” ujarnya.

Ia menegaskan, ekonomi kreatif berperan penting dalam memastikan generasi muda menjadi produktif dan berdaya saing di tengah perubahan struktur ekonomi nasional.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gunung Api Ile Lewotolok Alami Erupsi Pertama Awal Februari, Kolom Abu Capai 200 Meter
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Kombinasi Naturalisasi Baru dan Mesin Gol Persib Persija
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Mitos atau fakta: kanker payudara bisa terjadi pada laki-laki? (3)
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Lini Belakang Makin Solid Usai PSIM Datangkan Bek Anyar
• 55 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.