BI Pastikan Pemusnahan Uang Tak Layak Edar Dibuang ke TPA Resmi

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) menegaskan, setiap pemusnahan uang rupiah yang sudah tidak layak edar dilakukan melalui prosedur yang ketat dan selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) resmi yang dikelola pemerintah daerah.

“Proses pemusnahan uang rupiah kertas dilakukan di kantor Bank Indonesia, kemudian hasilnya dibuang ke TPA resmi yang dikelola oleh pemerintah daerah,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (4/2/2026).

Ramdan menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia wajib melakukan pemusnahan terhadap uang yang sudah tidak layak edar. Uang tersebut meliputi uang lusuh, cacat, rusak, serta uang yang telah ditarik dari peredaran.

Baca juga: BI Telusuri Asal-usul Cacahan Uang Rupiah di TPS Liar Bekasi

“Bank Indonesia selalu memastikan proses pemusnahan uang dilakukan dengan prosedur pelaksanaan dan pengawasan yang ketat serta dapat dipertanggungjawabkan,” kata Ramdan.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi beredarnya video viral yang memperlihatkan cacahan uang kertas berserakan di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kampung Serang RT 02 RW 06, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Ramdan menyebutkan, hingga saat ini BI masih melakukan penelusuran terkait temuan tersebut dengan berkoordinasi bersama sejumlah pihak terkait.

“Terkait video yang beredar di media sosial, kami sedang melakukan penelusuran dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait,” ujar Ramdan.

Selain memastikan proses pemusnahan uang berjalan sesuai ketentuan, Bank Indonesia juga terus mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sejak 2023, BI secara bertahap mengadopsi konsep waste to energy dan waste to product dalam pemanfaatan limbah racik uang kertas.

“Implementasi waste to energy antara lain dilakukan melalui kerja sama pemanfaatan limbah racik uang sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik tenaga uap, seperti yang telah diterapkan di Jawa Barat,” ucap Ramdan.

Baca juga: Penampakan Cacahan Uang Rp50.000–Rp100.000 yang Berserakan di TPS Liar Bekasi

Sementara itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Setu mengungkapkan bahwa terdapat 21 karung berisi cacahan uang kertas yang ditemukan di lokasi TPS liar tersebut.

Kapolsek Setu AKP Usep Armansyah mengatakan, puluhan karung tersebut sementara diamankan oleh pemilik lahan atas saran pihak kepolisian guna mencegah barang bukti tercecer.

“Saat ini ada 21 karung yang sudah dirapikan dan diamankan oleh pemilik lahan. Dikhawatirkan tercecer ke mana-mana, sehingga diamankan sambil menunggu keputusan dari Bank Indonesia,” ujar Usep.

Usep menambahkan, lokasi TPS liar tersebut berada di area yang berbatasan langsung dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Desa Sumur Batu. Sampah yang masuk ke lokasi itu berasal dari berbagai wilayah, mulai dari perumahan sekitar hingga luar daerah seperti Cibubur.

“Yang masuk ke sana kadang dari perumahan sekitar, ada juga dari Cibubur. Sampah diangkut menggunakan mobil pikap atau mobil pribadi dan bercampur dengan sampah lainnya,” kata Usep.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelumnya, sebuah video yang diunggah akun Instagram @sahabatpedulilingkungan memperlihatkan cacahan uang rupiah pecahan Rp50.000 hingga Rp100.000 berserakan di area TPS liar tersebut. Video yang diunggah pada Rabu (28/1/2026) itu viral dan memicu beragam spekulasi di kalangan warganet.

Sejumlah pihak mempertanyakan keaslian potongan uang tersebut, apakah benar merupakan uang rupiah asli atau hanya menyerupai pecahan rupiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prof Hermawan Paparkan Dinamika Kebijakan Kapolri di Tengah Reformasi Polri
• 12 jam laludetik.com
thumb
Andre Rosiade Kawal Percepatan Pembangunan Tol Bukittinggi-Sicincin
• 13 jam laludetik.com
thumb
Dino Patti sebut Presiden Prabowo Punya Pendekatan Realistis untuk Penyelesaian Masalah Palestina
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Dunia Naik Dekati Level Tertinggi Sepekan
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
“Zumba Party Vol. 2” Sukses Kobarkan Semangat Hidup Sehat Komunitas di Grand Mercure Malang Mirama
• 18 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.