Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, sikap Indonesia terkait keterlibatan dalam Board of Peace (BOP) tetap berlandaskan pada komitmen memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.
Sugiono menekankan, setiap upaya besar dalam politik luar negeri pasti menghadapi risiko dan hambatan.
"Gini ya, kita itu kalau melangkah untuk melakukan sebuah upaya jangan kemudian takut sama bayangan kesulitan pasti ada hidup itu tidak mulus-mulus terus jalannya, ada naik ada turun ranjau di depan kita juga pasti hadapi tapi satu intinya," ujar Sugiono di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).
Ia menambahkan, Indonesia tetap berpegang pada satu arah yang jelas dalam isu Palestina.
"Kemarin saya juga sampaikan kita jalan dengan berpedoman, berpatokan pada satu titik kompas khususnya saya berbicara mengenai konteks kemerdekaan Palestina bahwa kita ingin satu solusi di mana dua negara ini hidup berdampingan dalam damai saya kira itu," ujarnya.
Terkait kabar masuknya Indonesia ke dalam BOP merupakan permintaan dari Palestina dan negara-negara anggota D8, Sugiono menjelaskan proses tersebut berawal dari diskusi bersama negara-negara terkait.
"Ya kan kemarin saya bilang ini kan awalnya dari diskusi yang grup G8 itu," pungkasnya.



