Korban tewas akibat serangan udara Israel di Gaza, Palestina, bertambah. Terkini, ada 23 orang yang dilaporkan tewas.
Dilansir AFP, Rabu (4/2/2026), Israel terus saja menggempur Gaza meski di tengah gencatan senjata fase kedua. Israel dan Hamas saling menuduh melanggar perjanjian tersebut.
Pertumpahan darah terjadi beberapa hari setelah Israel sebagian membuka kembali penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir, satu-satunya jalan keluar bagi warga Gaza yang tidak melewati Israel.
Kementerian kesehatan Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, mengatakan bahwa 21 orang tewas, termasuk tiga anak akibat serangan brutal Israel itu. Sementara 38 orang lainnya terluka.
Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan dua orang tewas dan delapan terluka dalam serangan terhadap sebuah tenda di Jalur Gaza tengah. Israel berdalih serangan tersebut menargetkan seorang komandan peleton Hamas bernama Bilal Abu Assi.
Israel berdalih sedang mengambil langkah-langkah "untuk meminimalkan kerugian terhadap warga sipil sebisa mungkin".
(isa/isa)


