Universitas Syiah Kuala Upayakan Penanganan Terpadu Pemulihan Banjir Sumatra

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) berupaya mengintegrasikan pendekatan One Health (pendekatan terpadu) dalam pemulihan sosial, pangan, dan kesehatan masyarakat rentan pascabencana banjir di Aceh. Itu dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat berlangsung di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Selasa (3/2). 

Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh. Kegiatan FGD ini dihadiri oleh 60 peserta dari berbagai instansi, antara lain Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Kementerian Pertanian, beberapa perguruan tinggi di Aceh, serta para praktisi. Adapun narasumber yaitu Prof Srihadi Agungpriyono dari IPB University dan Prof M. Yani, dari Universitas Syiah Kuala.

Rektor USK Prof Marwan kepada Media Indonesia mengatakan, peran universitas sangat dalam upaya pemulihan pascabencana banjir bandang Sumatra. Universitas terbesar di provinsi paling barat Sumatra itu harus mampu memberikan dampak nyata terhadap proses pemulihan. Ukuran dampak ini selaras dengan target pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan pemerintah. Yaitu 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dikatakan Rektor Marwan, program One Health menjadi suatu pendekatan strategis yang relevan (sesuai). 

Baca juga : Universitas Syiah Kuala Berikan Beasiswa pada 3.706 Mahasiswa Korban Banjir Sumatra

One Health atau pendekatan terpadu. dipahami sebagai bentuk kolaborasi (kerja sama) lintas sektor yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Manfaat pendekatan One Health sangat terasa, terutama saat pandemi covid-19. Pandemi menunjukkan bagaimana penyakit dapat berpindah dari hewan ke manusia, dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Lalu berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

“Kompleksitas persoalan tersebut menegaskan bahwa solusi tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi,” tutur Marwan yang merupakan Doktor lulusan Birmingham University Inggris.

USK telah memiliki One Health Collaboration Center (OHCC) sejak tahun 2018. Inisiatif ini berawal dari Fakultas Kedokteran Hewan dan kemudian berkembang menjadi pendekatan pembelajaran kolaboratif dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran, biologi, dan keperawatan. 

Baca juga : 2 Bulan Pascabencana, Dapur Umum Santri Korban Banjir Najmul Hidayah di Bireuen Berjalan tanpa Sentuhan Pemerintah

"Melalui model pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman lintas sektor dan mampu berkolaborasi dalam kerangka One Health setelah mereka lulus,” jelasnya.

Adapun Ketua Tim Equity USK Prof Muslim Akmal menuturkan, Focus Group Discussion (FGD) menitikberatkan pada tiga target SDGs, yaitu tanpa kemiskinan (SDG 1), tanpa kelaparan (SDG 2), serta membangun kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3).

Pendekatan One Health hadir sebagai kerangka strategis yang memandang kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pascabencana banjir, interaksi ketiga aspek ini menjadi semakin nyata. 

Dikatakan Prof Muslim Akmal, lingkungan tercemar dapat memicu penyakit. Ternak yang sakit mempengaruhi ketahanan pangan, dan pada akhirnya kesehatan masyarakat pun terancam. Itu sebabnya proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus terintegrasi.

“Karena itulah, kami berharap kehadiran para peserta FGD ini dapat menghasilkan aksi nyata untuk membantu pemulihan pascabencana banjir di Aceh sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing,” jelas Muslim Akmal. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Equity USK Tahun 2025-2026 yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). 

ISK menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan LPDP dan Kemdiktisaintek sehingga program pengabdian kepada masyarakat berbasis pendekatan One Health ini dapat terselenggara dengan baik. (MR/E-4)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Bea Cukai Terjaring OTT KPK!
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Poco F8 Series Debut di RI, Andalkan Chipset Elite dan Teknologi VisionBoost
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
PSSI Umumkan 28 Pemain Timnas U17 untuk Uji Coba Lawan China, Termasuk Mierza Firjatullah
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Momen Macan Tutul Masuk Rumah Warga dan Lukai 2 Orang di Bandung
• 3 jam laludetik.com
thumb
Indonesia vs Jepang: Tiket Piala Asia Futsal 2026 Ludes Terjual
• 3 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.