Vladimir Putin Video Call Xi Jinping 1 Jam 25 Menit, Bahas Apa?

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling memuji hubungan bilateral kedua negara dalam panggilan video pada Rabu (4/2). Pembicaraan itu digelar menjelang peringatan empat tahun perang Rusia di Ukraina.

Dalam siaran televisi pemerintah Rusia, Putin menyebut hubungan Moskow-Beijing sebagai faktor penting di tengah meningkatnya gejolak global. Ia menegaskan kemitraan energi antara Rusia dan Tiongkok bersifat saling menguntungkan serta strategis.

Xi, yang berbicara melalui penerjemah, mendorong kedua negara menyusun 'rencana besar' untuk memperdalam hubungan bilateral yang dinilainya berada di jalur yang tepat.

“Kedua pihak harus memanfaatkan kesempatan bersejarah ini, mempertahankan pertukaran tingkat tinggi yang erat dan memperkuat kerja sama praktis di berbagai bidang,” kata Xi dikutip Reuters televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, Kamis (5/2).

Tiongkok dan Rusia mendeklarasikan kemitraan strategis 'tanpa batas' beberapa hari sebelum Putin mengirim puluhan ribu pasukan ke Ukraina pada Februari 2022.

Sejak saat itu, Tiongkok menjadi jalur ekonomi penting bagi Rusia dengan meningkatkan volume perdagangan, di tengah sanksi luas yang dijatuhkan negara-negara Barat terhadap Moskow.

Bincang Selama 1 Jam 25 Menit

Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan panggilan video tersebut berlangsung selama 1 jam 25 menit. Putin disebut telah menerima undangan untuk berkunjung ke China pada paruh pertama 2026.

Menurut Ushakov, kedua pemimpin sepakat memperluas kerja sama perdagangan, termasuk di sektor energi. Ia menambahkan, posisi Rusia dan China hampir sama atau bertepatan dalam sebagian besar isu internasional.

Xi dan Putin terakhir kali bertemu langsung di Beijing pada September 2025, saat China menggelar parade militer besar yang turut dihadiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Dalam pertemuan itu, Xi menegaskan hubungan China–Rusia telah “bertahan dari gejolak internasional” dan berkomitmen memperkuat koordinasi terkait kepentingan inti kedua negara.

Di sisi lain, Uni Eropa dan Ukraina menuding Beijing memberikan bantuan militer langsung kepada Rusia. Pemerintah Tiongkok membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa mereka bukan pihak dalam konflik Rusia-Ukraina.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Depan Menkeu Purbaya, Anggota Komisi XI DPR Primus: Anda Tak Boleh Sakit, Nanti IHSG Drop
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Sinopsis CINTA SEDALAM RINDU SCTV Episode 219, Hari Ini Selasa 4 Februari 2026: Pelukan Galaxy Bikin Aluna Gemas, Dendam Lama Pak Arman Kembali Membar
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Warga Karawang Tolak Penutupan Jalan Imbas Proyek Stadion Singaperbangsa
• 14 jam laludetik.com
thumb
Kemensos Perkuat Mitigasi dan Penanganan Bencana di 2026
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie, PA Jaksel Buka Suara
• 20 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.