Stres karena Pengeluaran Banyak, Syekh Ali Jaber Sarankan Amalan Sunnah ini

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Banyak amalan sunnah dalam agama Islam yang dianjurkan. Terlebih yang pernah disampaikan mendiang Syekh Ali Jaber. 

Dalam ceramahnya, Syekh Ali Jaber pernah menyampaikan bahwa ada amalan sunnah istimewa. Bahkan itu menjadi amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Ilustrasi shalat
Sumber :
  • Pexels/Michael Burrows

Syekh Ali Jaber menjelaskan umat muslim manapun bisa mendapatkan masalah. Salah satunya rezeki seret dan masalah utang. 

Dengan permasalahan itu, Syekh Ali Jaber pun mengatakan coba amalkan sunnah yaitu shalat dhuha. Diketahui dilaksanakan di waktu setelah matahari terbit. 

"Tapi di waktu matahari terbit tidak boleh langsung shalat dhuha. Waktu saat matahari terbit di jam 4.40 menit dan setelah adzan shalat subuh itu jam 4.50 atau jam 5.00 WIB baru bisa shalat dhuha," kata Syekh Ali Jaber. 

Kata Syekh Ali Jaber, dalam praktiknya shalat dhuha terbagi 3 waktu. Sementara jumlah rakaat dhuha beragam, mulai 2 hingga 8 rakaat atau lebih bisa disesuaikan kemampuan.

Bukan di waktu setelah subuh. Umumnya, shalat dhuha umum saat pagi sekitar 15-20 menit setelah shalat subuh.

Stres karena Pengeluaran Banyak, Syekh Ali Jaber Sarankan Amalan Sunnah ini
Sumber :
  • dok tvOne/Facebook syekh Ali Jaber official

"Jadi harus dijeda 15 menit setelah adzan subuh bisa mulai shalat dhuha. Bisa juga disebut waktu surup," jelasnya.

Sementara batas waktu shalat dhuha, kata Syekh Ali Jaber cukup panjang, yaitu sampai jelang shalat dzuhur. 

"Waktunya sejak matahari terbit sampai jelang Dzuhur ya sekitar 11.30 WIB," terang Syekh Ali Jaber.

Seperti diketahui, shalat dhuha dikenal juga sebagai amalan rezeki, dan memudahkan segala niat baik, seperti kemudahan dalam bekerja atau masalah hidup.

Sementara jumlah rakaatnya, ia katakan bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing. 

Menurut Syekh Ali Jaber shalat dhuha sunnahnya seperti Nabi Muhammad SAW jumlahnya ada 8 rakaat. 

"Sementara untuk jumlahnya yang disunnahkan yaitu 8 rakaat bukan 12. Yang paling sedikit itu 2. Apakah boleh dua rakaat saja?," kata Syekh Ali Jaber, dikutip dari YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber, Kamis (5/2).

"Boleh, contohnya karena orang bekerja. Sehingga harus disesuaikan dengan pekerjaan," jawabnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRIN Mengungkap Potensi Perbedaan Awal Puasa 2026 Dimulai 19 Februari
• 1 jam lalunarasi.tv
thumb
Polres Fakfak Laksanakan Patroli dan Pengamanan Ibadah Syukur HUT Pekabaran Injil ke-171 di Tanah Papua
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Rakernas PNM 2026 Hadirkan Ruang Berbagi untuk Masyarakat Aceh
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Rakornas Presiden Prabowo, Jatim Siap Jalankan Program Prioritas
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Bursa Transfer MU: Cristiano Ronaldo Berpotensi Kembali ke Old Trafford
• 8 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.